Fanfiction | Bahaya Membolos | Ita Arke

    “Bahaya Membolos”
          Mentari pagi yang hangat menembus masuk melalui celah-celah jendela kamarku. Aku pun segera bangun. Namaku  Ita Arke Kristanti, aku adalah anak seorang petani dan pedagang. Setiap pagi rumahku selalu ramai dikunjungi pembeli. Biasanya aku membantu ibuku melayani para pembeli setelah itu aku bersiap-siap berangkat sekolah. Aku  bersekolah di SMA N 1 Widodaren  yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Sampai di sekolah aku memarkirkan sepeda motor dan berjalan ke kelas XA.
Suara gaduh dari kelas XA di SMA N 1 Widodaren terus bergema. Pagi itu seperti biasanya semuanya sibuk dengan hal masing masing. Ada yang sedang mondar-mandir, tidur di atas meja, bahkan ada yang sibuk mencontek PR bersama-sama dan akhirnya bel masuk pun berbunyi. Kegaduhan dari kelas mulai berkurang. Suasana semakin hening saat Bu Tari masuk ke kelas.
Jam pertama dimulai dengan pelajaran Ekonomi yang tak aku sukai,  kenapa? Ya karena Ekonomi itu dihadapkan dengan buku yang sangat tebal dan banyak rumus-rumus yang sulit, seperti pelajaran matematika saja.
Saat pelajaran aku diam saja, bu Tari sibuk menjelaskan PR. Padahal aku tidak  mengerjakan PR karena aku sama sekali tidak paham dan mengerti tentang ekonomi. “Teet,Teet............”, Akhirnya bel berbunyi dua kali tanda ganti jam pelajaran. Aku sangat senang karena sudah selesai pelajaran Ekonomi dan aku merasa bebas dari kelas.
Pelajaran jam ke 3-4 adalah olahraga. Inilah  pelajaran yang sangat aku suka karena menyenangkan. Pelajaran itu selalu dilaksanakan di luar ruangan dan selalu banyak permainan. Contohnya basket, sepak bola, voly, dan biasanya aku dan teman-temanku suka berfoto-foto saat olah raga. Saat pelajaran ini aku senang karena pak Windar tidak pernah memarahi kami.
Semua anak bermain softball di lapangan belakang. Semua tertawa lepas, permainan tampak seru dan menyenangkan. Aku pun sangat menikmati pelajaran olahraga ini meskipun menguras tenaga dan pikiran yang sangat banyak.
Sesudah pelajaran olahraga sudah selesai kami langsung merumput di kantin untuk mengisi tenaga kami yang hilang tadi. Ada yang makan, beli es, dan ada juga yang hanya duduk-duduk beristirahat.
Setelah selesai kami kembali ke kelas. Sesampainya di kelas kami tiduran, bermain game, makan jajan, duduk sambil ngobrol dan ada juga yang langsung berganti pakaian. Aku duduk bersama Yustika, Risqi, dan Jihan sambil mengobrol.
Tiba-tiba terdengar suara bel yang menandakan istirahat selesai. Aku pun menunggu guru pelajaran selanjutnya, yaitu pak Pitono yang mengajar pelajaran PKN. Sekian lama kutunggu, pak Pitono tidak datang juga.
Aku merasa bosan di dalam kelas karena menunggu pak Pitono belum datang selama satu jam. Akhirnya aku mengajak temanku Risqi untuk pergi ke perpustakaan disamping kelas XE yang ada di ujung sekolah bagian belakang. karena aku berfikir kalau hari ini jam pak Pitono akan kosong dua jam pelajaran.
Kami di sana mencari buku yang menarik. Akhirnya kami menemukan buku yang sangat tebal buku itu berjudul “Akhlakul Karimah” buku itu sangat bagus menampilkan banyak gambar-gambar sejarah tentang islam dan cerita-cerita yang menarik. Kami pun asyik membaca buku. Tak lama kemudian aku teringat kalau aku dan Risqi  telah lama berada di perpustakaan, akhirnya aku memutuskan untuk mengajak Risqi kembali ke kelas.
Sampai di samping kelas aku sangat kaget karena semua teman-temanku duduk rapi di bangkunya masing-masing. Aku pun mengintip sedikit dan ternyata pak Pitono sudah datang. Aku pun bertanya pada Nivea yang duduk di bangku paling depan sisi barat dengan suara lirih. 
“Hey, Vea apakah pak Pitono sudah datang, kalian disuruh apa sama pak Pitono?”, tanyaku.
            “Ini sedang ulangan Ta, ayo cepat masuk!”, kata Nivea.
            “ Aku tidak berani masuk, katanya pak Pitono galak”, ungkapku
            Akhirnya aku mengajak Risqi untuk bersembunyi di belakang kelas XI.
            “Hey, Risqi bagaimana ini? Kita masuk tidak, kalau tidak masuk kita nanti tidak ikut ulangan PKN. Aku takut karena kata teman-temanku dari kelas lain, kalau ulangan tidak hafal teks Proklamasi nanti akan disuruh mengganti menulis sebanyak 50 kali. Dan apabila kita masuk pasti dimarahi habis-habisan. Gimana bro?”, kataku.
“Kalau kita tidak ikut kita kan bisa mengikuti ulangan susulan besok”, jawab Risqi dengan tenang.
            “Ya sudah kalau begitu kita tidak usah masuk saja ok”,  kataku dengan yakin.
            “Okke”, jawab Risqi dengan santai.                                                                                      
            Aku dan Risqi duduk di belakang kelas XI dengan perasaan yang sangat kacau, takut, kesal, sedih, cemas, dan menyesal. Semua perasaan itu bercampur menjadi satu dan dinamakan galau. Ini adalah galau tingkat akut.
 Saat mengobrol suasana pun tiba-tiba menjadi sangat tegang. Kami merasa kaget karena Susilo berlari ke arah kami. Tiba-tiba Susilo tertawa terbahak-bahak karena melihat kami dengan keadaan yang sangat memprihantinkan.
“Hey,  Kalian kenapa duduk-duduk disitu, Ayo masuk kelas kalian mau ikut ulangan tidak”, kata Susilo.
Aku dan Risqi mengangguk dan segera mengikuti susilo masuk ke kelas. Dan ternyata pak Pitono hanya diam dan tidak memarahi kami, betapa beruntungnya aku batinku.
“Bapak tadi sudah memberi waktu untuk belajar, jadi sekarang kalian keluarkan selembar kertas untuk untuk ulangan hari ini”, perintah pak Pitono
Ternyata tadi belum ulangan, tapi tadi baru diberi waktu untuk belajar. Bagaikan tersambar petir di siang bolong aku menyesal karena aku tidak belajar dan aku segera menyiapkan selembar kertas. Selama ulangan pun aku tidak bisa menjawab soal ulangan akibat tidak belajar dan aku pun mengerjakan dengan asal-asalan. Aku pasrah dengan nilai yang akan kudapatkan nanti. Aku yakin aku mendapatkan nilai yang sangat fantastic.
Tapi aku merasa senang karena bisa mengikuti ulangan. Setelah selesai mengerjakan ulangan. Hasil ulangan kami pun saling ditukarkan dari bangku ke bangku. Aku masih penasaran dengan nilai yang akan aku kudapatkan.
Setelah selesai dicocokan jawabanya. Pak Pitono mempresensi semua siswa dan menanyakan  nilai ulangannya. Saat namaku dipanggil aku deg-degan dan ternyata aku mendapat nilai 40 sungguh luar biasa batinku.
Wow shock-nya aku karena itu adalah nilai yang sangat fantastic dan luar biasa yang ku dapatkan hari ini. Sudah ku coba ikhlas dapat nilai itu, tapi tetap saja aku masih menyesal. Kenapa tadi aku harus mengajak Risqi ke perpustakaan. Selesai jam itu, aku buru-buru menghampiri Risqi.
“Hey.....Risqiiiiiiiiiii... nilai ulanganmu tadi dapat berapa?”, tanyaku amat penasaran.
“Aku dapat  nilai yang sangat memuaskan hari ini, dan hasil kita tidak belajar tadi, aku dapa nilai 33  broo.. gimana bagus kan”, ucapnya 
Wow tenyata aku dan Risqi mendapatkan nilai yang fantastic. Yaa.. walaupun itu semua salahku sendiri karena tidak belajar tapi aku tetap mensyukuri nya dan akan berusaha memperbaiki kesalahan dan tidak akam mengulanginya lagi. Semoga ini pertama dan terakhir kalinya aku membolos.
Terimakasih untuk pak Pitono, karena pada waktu itu aku tidak dimarahi atau diberi hukuman. Ya... meskipun aku mendapat nilai jelek. Tapi aku akan berusaha agar nilai PKN ku tidak jelek lagi.
Sekian cerita saya.. Semoga menghibur.... Bye-Bye!!!!

 by : Ita Arke Kristanti


Komentar

Unknown mengatakan…
Daebakkk... lucu ..satu jempol buat lu

Popular posts

Hellow... I am back again after one years :)

                                                                                                                                                                    Jumat, 03 Maret 2023                                                           Setelah tahun hampir 2 tahun lalu aku lulus kuliah tepatnya tanggal 21 satu oktober 2021, lupakan ...

I Finally Graduated from College

     Hallo.. apa kabar semuanya.. akhirnya aku balik lagi menulis setelah hampir 5 tahun sejak 2016 lalu, saat itu aku baru naik ke kelas 12 SMA dan akhirnya hari ini aku balik setelah lulus kuliah huuuu.. ngg nyangka banget bisa sampe tahap ini kalau di pikir pikir dulu setelah lulus SMA banyak hal yang udah aku rencanain jauh jauh hari. akhirnya tidak ada rencana yang kubuat kulakuin wkwk, aku hanya bisa mengikuti kehidupan seperti air mengalir dari titik tinggi menuju ke rendah.        Dulu kupikir aku lebih ingin bekerja setelah lulus SMA tetapi karna orang tua ku sangat mengedepankan pendidikan ananya, jadi beliau ingin aku bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan aku tidak memilih universitas mana yang ingin aku masuki karena saat itu aku tidak terlalu excited untuk masuk ke bangku kuliah. aku mendapatkan undangan dari sebuah universitas swasta yang ada di yogyakarta dan akhirnya aku masuk di kampus itu. Pemilihan jurusan juga s...

Sutca / 숫자 (Angka) Dalam Bahasa Korea

Sutca / 숫자 (Angka) Di Korea mengenal 2 sistem penulisan angka (bilangan), yaitu sino Korea (diambil dari sistem angka China), dan Korea asli. A. Bilangan Korea Asli dan Penggunaannya 1 하나 (hana) 2 둘 (dul) 3 셋 (set) 4 넷 (net) 5 다섯 (daseot) 6 여섯 (yeoseot) 7 일곱 (ilgop) 8 여덟 (yeodeol) 9 아홉 (ahop) 10 열 (yeol) 11 열하나 (yeol hana) 12 열둘 (yeol dul) 13 열셋 (yeol set) 14 열넷 (yeol net) 15 열다섯 (yeol daseot) 16 열여섯 (yeol yeoseot) 17 열일곱 (yeol ilgop) 18 열여덟 (yeol yeodeol) 19 열아홉 (yeol ahop) 20 스물 (seumul) 21 스물하나 (seumul hana) 25 스물다섯 (seumul daseot) 30 서른 (seoreun) 32 서른둘 (seoreun dul) 40 마흔 (maheun) 43 마흔셋 (maheun set) 46 마흔여섯 (maheun yeoseot) 50 쉰 (swin) 54 쉰넷 (swin net) 60 예순 (yesun) 65 예순다섯 (yesun daseot) 69 예순아홉 (yesun ahop) 70 일흔 (ireun) 76 일흔여섯 (ireun yeoseot) 80 여든 (yeodeun) 84 여든넷 (yeodeun net) 87 여든일곱 (yeodeun ilgop) 90 아흔 (aheun) 98 아흔여덟 (aheun yeodeol) 99 아흔아홉 (aheun ahop) Catatan: Bilangan korea asli hanya sampai angka 99, jika lebih dari 99 menggunakan bilangan sino ko...