Fanfiction | Gara Gara Kuper | Susilo Febrianto
“GARA
GARA KUPER”
Cerita ini adalah
cerita di awal aku masuk SMP. SMP ku di SMPN 1 Widodaren, selatan pasar
Walikukun. Rumahku berada di Sidolaju, dan jaraknya kira-kira 13 km dari SMP ku,
jadi kalau berangkat atau pergi sekolah harus di antar atau naik angkutan umum,
karena aku belum pernah naik angkutan umum sendiri jadi aku minta kakakku untuk
meng- hantarkan dan menjemputku.
Suatu hari, di desaku
banyak gosip tentang penculikan anak dengan modus hipnotis, setiap aku beli
jajan di warung pasti mendengar itu, sampai-sampai aku jadi takut. Pada suatu
sore aku pun
menyiapkan buku untuk sekolah, lalu nenekku menghampiriku untuk bilang kalau
besok kakakku tidak bisa mengantarkanku, “Sus, kamu besok berangkat sendiri
ya?” kata nenekku, sontak aku kaget dan balik nanya “Lho....kenapa mbah?”,
tanyaku, “karena kakakmu besok harus kerja....!” jawab nenekku. Karena baru
mendengar gosip tentang penculikan tadi pagi akupun jadi takut dan berfikiran
yang aneh-aneh.
Keesokan harinya,
aku bersiap untuk berangkat sekolah, kemudian aku berpamitan dengan nenekku (
sejak kelas 2 SD ayah dan ibuku merantau) dan mencium tangannya. Aku di hantar
kakakku sampai di jalan raya untuk menunggu bus datang, karena jarak rumah
sampai jalan raya cukup jauh. Sesampainya di jalan raya aku bertemu dengan
tetanggaku yang kebetulan searah dengan tujuanku, akupun memintanya untuk
memboncengkan ku, dan akupun diantarkan
sampai di sekolahanku. Akupun langsung masuk ke kelas.
Kemudian bel
pulangpun berbunyi, dan aku segera pulang. Dengan perasaan takut dan merasa asing aku melangkahkan kakiku
menuju jalan raya, dan sampailah aku di jalan raya. Setelah aku sampai dan
menunggu bus di jalan raya, akhirnya bus datang dan aku langsung naik ke bus
tersebut, dan kebetulan di sampingku ada seorang kakek.
Di tengah
perjalanan kakek terserbut menepuk pundakku bermaksud untuk bertanya padaku,
tapi karena aku takut dan selalu berfikiran negatif, sontak aku menepuk
pundaknya lalu menjawabnya. Mendapat perlakuan seperti itu kakek tersebut
terkejut lalu bertanya padaku ”eh.... kenapa kamu kok menepuk pundakku?” tanya
kakek tersebut, akupun tidak menjawabnya, lalu kakek tersebut bertanya lagi
padaku, “o.....aku tahu, kamu takut kalau aku menghipnotis kamuya?” dengan
perasaan malu anku menganggukan kepalaku. Setelah beberapa menit kakek tersebut
turun, dan aku melanjutkan perjalananku.
Sesampainya
di rumah aku ceritakan kejadian tersebut pada nenekku, tapi nenekku malah
tertawa terbahak-bahak sambil berkata,”kamu itu lho sus....jadi orang kok lugu
banget”, “lho….katanya kalau ada orang tidak di
kenal menepuk bahu harus di balas?”. Jawabku, lalu nenekku member nasihat
padaku dan memberi semangat padaku agar aku berani bepergian sendiri. Beberapa hari selanjutnya aku pergi ke sekolah naik bus dengan
berani dan lama kelamaan aku pun jadi terbiasa.
By : Susilo
Febrianto
Komentar