Fanfiction | Jam Beker | Risqi Ratna
“JAM BEKER”
Malam ini cukup dingin, aku masih
menyelesaikan pekerjaan rumah yang di berikan oleh guruku. Pukul 20.00 WIB,
akhinya tugas in selesai juga. Sudah menjadi kebiasaanku, setelah selesai
belajar aku menonton TV. Kebetulan malam ini filmnya sangat bagus, jadi aku
menontonnya hingga selesai. Sekitar pukul 22.00 film yang kutonton tersebut
sudah selesai.
Tak lupa sebelum tidur aku
menggosok gigiku terlebih dahulu. Aku menuju ke kamar, kupasang jam bekerku dan
ku alarmkan pukul 5 pagi. Lalu aku segera tidur, aku tidur dengan lelap. Entah
bermimpi apa, tiba-tiba kudengar jam bekerku berbunyi. Aku mematikan jam beker
itu dengan mata yang masih tertutup. Karena aku masih mengantuk, jadi aku
tertidur lagi. Tak lama kemudian aku mendengar jam beker itu berbunyi lagi,
lalu kumatikan lagi.
Tanpa kusadari ternyata kejadian
itu sudah terulang hingga tiga kali. Karena jam itu terus berbunyi, aku merasa
jengkel. Aku langsung terbangun dan mematikan jam tersebut. Aku masih
duduk-duduk di tempat tidur sambil berpikir, “ kenapa ya, jam beker itu masih
berbunyi walaupun sudah kumatikan” Pikirku. Aku melihat jam, “ ha! Jam enam!
Aku bisa terlambat nih” kataku. Dengan cepat aku langsung mandi dan berangkat
ke sekolah.
Aku sekolah naik sepeda, karena
jarak antara rumah dengan sekolahku cukup dekat. Di perjalanan aku masih
terpikirkan dengan apa yang terjadi tadi pagi. Aku bertanya-tanya, “ kenapa hal
itu bisa terjadi ya, rasanya mustahil. Jelas-jelas aku sudah mematikan jam
beker itu, tapi kenapa masih bisa menyala ya?” tanyaku dalam hati.
Aku telah sampai di sekolah. Dengan
nafas terengah-engah, aku segara masuk ke kelas. “teeet, teeet, teeet....”
suara bel tanda semua siswa harus masuk ke dalam kelas. “ huuft..untung belum
terlambat”,kataku sambil menghela nafas. Pelajaran pertama berlangsung, aku
tidak terlalu memperhatikan guru yang sedang menjelaskan. Karena aku masih
teringat kejadian tadi pagi yang membuatku hampir terlambat masuk kelas.
Akhirnya waktu sekolah sudah
selesai, saatnya untukku pulang. Aku menggayuh sepedaku dengan santai.
Tiba-tiba teringat lagi olehku kejadian tadi pagi yang membuatku penasaran. “mungkin
yang menyalakan jam bekernya adikku kali, atau mungkin itu hanya perasaanku
saja.” Kataku berbicara sendiri. “ hmmm...entahlah”
Saat aku hampir sampai di rumah aku
baru ingat, bahwa yang jam beker yang kumatikan tadi pagi, hanya jam beker dari
mimpiku saja. Aku pun tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian itu. Di rumah
aku menceritakan mimpi itu kepada ibu dan adikku, mereka hanya tertawa dan aku
merasa malu. Lalu ibu memberiku nasehat “ kalau begitu, kamu tidak boleh
menonton TV terlalu malam. untungnya tadi kamu gak terlambat. “Aku pun menurut.
Mulai sekarang aku tidak lagi menonton TV terlalu malam.
By : Risqi Ratna Febriyani
Komentar