Fabfiction | Awal Mulanya Perubahan

Little Crazy~

“Awal Mulanya Perubahan”
Pagi ini rasanya dingin sekali. Aku  masih bermanja dengan selimut tebaalku dan gulingku, memeluknya dengan erat. Seperti anak kambing yang tidak mau berpisah dengan induknya. Tak peduli pada kakaku yang mengguncang-gucangan tubuhku.
“Ita.. bangun!!!”
            “Itaaaa.. bangun”
            “Itaaaaaaaaa.. cepat bangun”
Rentetan suara itu disertai goncangan di bahu mulai mengusik tidur nyenyakku. Menyeret paksa agar aku kembali ke dunia nyata. Hah untuk apa kakak membangunkanku sepagi ini? Mengingat ini masih jam empat. Bukannya aku bangun aku malah hanya mengubah posisi tidurku dengan menggulung-gulungkan tubuhku. Tiba-tiba ibu keluar kamarku mungkin
Tiba-tiba ibu kembali ke kamarku. Aku pun segera menutup mataku. Setelah itu kurasakan bahuku bergetar semakin cepat, bahkan seperti gempa bumi. Ibu mulai menepuk pipiku dan menarik selimutku. Tapi aku masih bertahan dengan mata tertutup, berharap ibu mulai kesal denganku dan berhenti mengusik tidur cantikku ini.
Saat ku lihat, sekarang kakak seddang berdiri dan tangannya menempel di pinggang. Perlahan sebelah kakinya naik ke kasur dan menyentuh kepalaku. Aku mulai kesal saat kakinnya bergerak menendang pantatku.
“apa anak ini mati”, Gumannya dengan terus menggerak-gerakan kakinnya.
“YAA!! KAKAK UNTUK APA MEMBANGUNKANKU DI HARI LIBUR?? AKU MASIH NGANTUK TINGKAT AKUT”, aku menyingkirkan kakinya lalu duduk sambil memonyongkan bibirku. Tak lama kemudian terdebgar suara ‘CTAK CKIT GUBRAAKK’ keras dan rasa sakitnya tuh disini di kepalaku. Ohhh ternyata kakak menjitakku dengan tidak berperikemanusiaan. Eh, APA KAKAK MENJITAKKU??
“Libur apannya ini hari Senin, sekarang cepat bangun” katanya sambil menekan kata Senin. Aku sudah tahu apa yang akan terjadi sebentar lagi.
“Iyaa, aku tahu tapi kan hari senin sampai kamis libur kak sekolahku” balasku.
“tadi, temanmu Sri sms kalau hari ini sampai senin tidak jadi libur sekolahnya dan tetap masuk Itaaaa” katanya. Sungguh mimpi buruk apa aku tadi malam sampai terbawa ke dunia nyata ini.
“APAAAA??? Beneran kak, mana Hpku??” ujarku sambil mengobrak-abrik kasur mencari handphone-ku, ahh akhirnya ketemu juga, setelah kulihat ternyata benar temanku Sri si tukang disiplin mengirim pesan untukku. Dengan malas menggerakan seluruh badan, dan secepat kilat aku berlari seperti zombie menuju kamar mandi.
 Selesai mandi aku langsung berganti baju sekolah dan sarapan. Dapat kulihat ibu, ayah, dan kakak sudah berada di meja makan. Aku pun menghampirinya dengan wajah yang lesu.
“Ita kenapa mukanya ditekuk seperti itu” tanya kakak sambil mengambil nasi goreng.
“aku malas berangkat sekolah, kenapa hari ini tidak libur padahal kan aku sudah berencana untuk santai-santai dan pergi jalan-jalan nanti. Aissshh kepala sekolah harus di demo ini ahhh sungguh menjengkelkan”,
“sudah ayo cepat makan” ujar ibu dari arah dapur.
“ini gara-gara kakak, kenapa harus memnangunkanku kalau tidak kan aku bisa tidur sampai siang” kataku sambil memanyunkan bibirku.
“HYAAA.... adik kurang ajar udah dibangunin tidak bersyukur dasar PENDEK” balas kakak dengan wajah yang melotot.
“tidak sama sekali.. aku malah senang kalau tidak kakak bangunkan. Dasar kakak HITAM HAHAHAHA.. Weeek weeekk..” kataku dengan mengejeknya kulihat tangan kakak sudah berada dipinggang, dan segera ia mengambil sendok lalu mengejarku.
“hyaaa.. kakak jangan mengejarku.. ibu.. ayaah.. tolong aku ada gorila mengamuk.. hyaaa kakak berhenti” aduku pada ibu yang terkekeh melihat kelakuanku dengan kakak.
“Itaaaa... Primaaaa... BERHENTIIIIIIIIIIIII.... cepat makan nanti telat” teriak ayah sambil membawa kerupuk yang diangkat ke atas dengan tangan kanan.
Reflek aku dan kakak langsung berhenti setelah mendengar suara nyaring ayah yang sangat luar biasa. Kami berdua segera duduk di meja makan
          “siap laksanakan.. bosss..” balasku pada ayah.
Ibu sungguh menyiapkan makan pagi yang sangat lengkap dimeja itu ada ayam, nasi goreng, pecel, teh hangat, susu, dan krupuk. Ibu mengambilkan makanan apa saja yang kami inginkan. Setelah berdo’a kami bersiap untuk makan.
“Selamat Makan”, kata kami bersama sambil memegang sendok dan garpu. Selesai makan aku masih mencari keberadaan handphone-ku yang lupa kutaruh dimana. Akhirnya kulihat handphoneku berada di bawah nakas. Setelah kuhidupkan kulihat jamnya sudah sangat siang.
“jam 07.40??? Aaaaa, bagaimana ini sebentar lagi masuk. Argh sial-sial” kataku sambil mengumpat.
“Ibu, ayah aku berangkat dulu” ujarku sambil berlari keluar rumah.
Dengan terburu-buru aku mengambil sepeda motorku dan langsung kulajukan dengan kecepatan diatas rata-rata. Tak kuhiraukan teriakan kakakku yang menyuruhku untuk berhati-hati.
Sesampainnya di sekolah. Keberuntungan masih dipihakku. Ternyata satpam sekolahku masih bisa kurayu dengan mengatakan “ tidak akan kuulangi lagi pak, sungguh ini yang terakhir kalinnya.” Meskipun pak satpam itu masih sempat menceamahiku seperti para ulama saja.
Aku berjalan menuju kelas dengan tergesa-gesa sampainya di kelas betapa beruntungnya aku ternyata belum ada guru yang masuk. Kulihat teman-temanku bertebaran dimana-mana. Ada yang mengerjakan PR seperti Sinta, Sici, Sri dan banyak lagi emm lebih tepatnya menyalin PR lebih tepatnya, ada yang sedang berdandan seperti Nivea dan Yossy yang hobby sekali berdandan dimana saja, bermain game seperti Risqi dan Lilin yang mempunyai kegiatan rutin yaitu bermain game jika sedang bosan, dan yang lebih parahnya adalah banyak teman laki-lakiku yang hobby sekali bergerombol di bangku paling belakang dan menonton film horor.
“Asalamualaikum.wr.wb semuaaaa” ucapku, tapi tidak ada yang membalas salamku. Ehh ada satu orang ternyata membalas salamku dan orangnya ternyata adalah si ratu cerewet dikelasku Reynalda perempuan yang elalu ceria di kelasku.
“kau menyontek lagi?” tanyaku pada jihan yang sibuk menyalin PR.
“Hmmm” jawabnya sambil berdehem disertai anggukan. Aku hanya bisa mencibir dan duduk disebelahnya. Padahal sifatku tidak jauh beda dengannya yang selalu mencontek PR. Aku pun segera mengeluarkan buku dan melakukan hal yang sama sepertinya menyalin PR.
Bel sekolah tanda berakhirnya istirahat pun berbunyi sontak semua yang berada diluar kelas pun berhamburan duduk dibangkunya masin-masing mengeluarkan buku dari ransel tas. Sosok guru dengan kacamata tebalnya sudah memasuki kelas sambil membawa kertas ujian.
“Aishhh ujian fisika lagi, betapa malasnya aku” keluhku.
Beberapa kertas ujian telah dibagikan secara cepat dari depan. Semua siswa telah mendapat lembaran ujian tersebut langsung mengerjakan dengan serius, tapi tidak dengan beberapa temanku yang malah memilih tidur.
“Ita Arke!!!” panggil guruku dari depan kelas. Aku pun berjalan menuju guruku.
“Yaa pak guru? Ada apa?”  tanyaku pada guru fisika.
“sudah kubilang jangan, jangan mencontek temanmu” bentak guruku, aku pun hanya bisa menundukan kepala. Bagaimanabisa guru ini tahu jika aku mencontek sial sekali.
“siapa kali ini yang kau salin pekerjaannya” lanjut pak guru.
“emm S..Sry” jawabku dengan terbata-bata. Pandangan pak fisika itu langsung menuju temanku yang duduk di sebelahku.
“bodoh!!! Kalian berdua mendapat nilai kosong, bukan karena ita mencontek tapi karena jawaban kalian memang tidak ada yang benar!!” ujar guruku dengan menatap tajam Sry.
Malunya aku yang mencotek tapi tidak ada satupun jawabanku yang benar, sungguh memalukan sekali. Aku pun berjalan menuju bangku. Sementara itu sebagian teman-temanku dikelas mentertawakanku. Guru yang sedang marah dan teman-temanku yang sedang tertawa, memalukan sekaligus konyol batinku.
“mengapa menatapku terus?” tanya Sry padaku sambil menghentikan langkahnya.
“gak usah GR aku ingin menjitakmu” jawabku ketus. Kuberikan pandangan super duper ultra sinis padanya. Aku pun menyesal mencotek ujian padanya.
“kau marah padaku karena mendapat nilai kosong yaa??” tanyanya dengan wajah yang seperti anak kecil yang merenggek minta dibelikan permen.
“aku tadi mengerjakan dengan asal-asalan karna aku tidak faham dengan soal yang berbau fisika, makannya jawabanku salah semua hehehe maaaf yaa...please Ita cantik dehh” katanya dengan senyum-senyum seperti orang bodoh saja.
“Woy, itu bukan hanya berbau fisika tapi memang fisika bodoh. Tentang permintaan maafmu ku terima” ucapku sambil berjalan mendahuluinnya.
“Yeeess.. Makasih Ita baik dechh” Ujarnya dengan giramg sambil berlari mengejarku.
“Itaaa..Itaaa...Itaaa?”
“Tak usah berkali-kali memanggilku kau pikir aku tuli, ada apa?” tanyaku.
“bagaimana kalau kita mengikuli les tambahan agar kita tidak mendapat nilai yang bagus pasti pak fisika tadi akan bangga pada kita, bagaimana?” tanya Sry dengan penuh harap.
“Hmmmm, bagaimana yaa. Idemu cukup bagus mungkin bisa dicoba” balasku padanya.
“jadi kamu setuju... yeaaaah ita mau, ita setuju horeeee” ujarnya dengan girang.
Mungkin ini adalah awal berubahnya aku menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Terimakasi pak fisika yang memberi ku nilai 0 yang membuat motivasiku agar aku bisa menjadi orang yang lebih banyak belajar dan tidak selau mengandalkan teman saja...
Terimakasih sudah membaca cerita saya semoga menghibur..

By: Ita Arke Kristanti.

Komentar

Popular posts

Hellow... I am back again after one years :)

                                                                                                                                                                    Jumat, 03 Maret 2023                                                           Setelah tahun hampir 2 tahun lalu aku lulus kuliah tepatnya tanggal 21 satu oktober 2021, lupakan ...

I Finally Graduated from College

     Hallo.. apa kabar semuanya.. akhirnya aku balik lagi menulis setelah hampir 5 tahun sejak 2016 lalu, saat itu aku baru naik ke kelas 12 SMA dan akhirnya hari ini aku balik setelah lulus kuliah huuuu.. ngg nyangka banget bisa sampe tahap ini kalau di pikir pikir dulu setelah lulus SMA banyak hal yang udah aku rencanain jauh jauh hari. akhirnya tidak ada rencana yang kubuat kulakuin wkwk, aku hanya bisa mengikuti kehidupan seperti air mengalir dari titik tinggi menuju ke rendah.        Dulu kupikir aku lebih ingin bekerja setelah lulus SMA tetapi karna orang tua ku sangat mengedepankan pendidikan ananya, jadi beliau ingin aku bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan aku tidak memilih universitas mana yang ingin aku masuki karena saat itu aku tidak terlalu excited untuk masuk ke bangku kuliah. aku mendapatkan undangan dari sebuah universitas swasta yang ada di yogyakarta dan akhirnya aku masuk di kampus itu. Pemilihan jurusan juga s...

Sutca / 숫자 (Angka) Dalam Bahasa Korea

Sutca / 숫자 (Angka) Di Korea mengenal 2 sistem penulisan angka (bilangan), yaitu sino Korea (diambil dari sistem angka China), dan Korea asli. A. Bilangan Korea Asli dan Penggunaannya 1 하나 (hana) 2 둘 (dul) 3 셋 (set) 4 넷 (net) 5 다섯 (daseot) 6 여섯 (yeoseot) 7 일곱 (ilgop) 8 여덟 (yeodeol) 9 아홉 (ahop) 10 열 (yeol) 11 열하나 (yeol hana) 12 열둘 (yeol dul) 13 열셋 (yeol set) 14 열넷 (yeol net) 15 열다섯 (yeol daseot) 16 열여섯 (yeol yeoseot) 17 열일곱 (yeol ilgop) 18 열여덟 (yeol yeodeol) 19 열아홉 (yeol ahop) 20 스물 (seumul) 21 스물하나 (seumul hana) 25 스물다섯 (seumul daseot) 30 서른 (seoreun) 32 서른둘 (seoreun dul) 40 마흔 (maheun) 43 마흔셋 (maheun set) 46 마흔여섯 (maheun yeoseot) 50 쉰 (swin) 54 쉰넷 (swin net) 60 예순 (yesun) 65 예순다섯 (yesun daseot) 69 예순아홉 (yesun ahop) 70 일흔 (ireun) 76 일흔여섯 (ireun yeoseot) 80 여든 (yeodeun) 84 여든넷 (yeodeun net) 87 여든일곱 (yeodeun ilgop) 90 아흔 (aheun) 98 아흔여덟 (aheun yeodeol) 99 아흔아홉 (aheun ahop) Catatan: Bilangan korea asli hanya sampai angka 99, jika lebih dari 99 menggunakan bilangan sino ko...