Fanfiction | Perjuangan Seorang Guru

"Perjuangan Seorang Guru"



          Indahnya pagi hari ini, udara sejuk menyeruak. Terlihat seorang laki-laki yang tampan bingit sedang berpamitan pada ibunnya.
          “Bu, Luhan berngkat dulu ya?” pamit luhan pada ibunya
          “hati-hati ya nak, semoga disekolah barumu kamu bisa mengajar dengan sukses” kata ibundanya yang tengah duduk du kursi roda.
          “aku masih magang bu, aku akan menjadi guru tetap kalau bisa menaklukan para murid-murid yang aku pegang nantinya” ucap luhan.
          “okee.. semoga berhasil nak” kata ibunya sambil tersenyum. Sementara Luhan sebenarnya tidak terlalu yakin bisa berhasil.
          “aku berangkat bu” ucap luhan sambil meniggalkan rumah kontrakannya.
          “aku benar-benar membutuhkan pekerjaan ini, semoga aku berhasil... fighting Luhaaann” gumannya sambil menunggu bis datang.
          “jadi anda yang bernama Luhan” tanya kepala sekolah SMA N 1 Widodaren sambil melihat Luhan yang duduk dihadapanya. Luhan mengangguk sopan kepada kepala sekolah yang bernama Sri Lestari itu.
          “anda orang campuran Tiongkok-Jawa?” Luhan menjawab dengan anggukan.
          ‘benarkah begitu?” tanya kepsek dengan wajah meragukan.
          “setahuku orang campuran luar negeri pasti mempunyai wajah cantik atau tampan. Tapi dia kulitnya coklat dan terlihat kotor. Apalagi giginya tonggos dan kacamata yang kuno itu membuat wajahnya semakin jelek saja. Memalukan jika sekolah berkualitas ini menerima guru seperti ini” guman kepala sekolah dalam hati.
          “jadi bagaimana, bu? Apakah saya diterima magang?” tanya Luhan
          Kepala sekolah tampak berfikir. “tapi sekolah ini membutuhkan guru Matematika baru untuk kelas XA yang terkenal kelas terpopuler melebihi kelas-kelas lainnya. Mungkinkah dia akan betah mengajar di sana. Pasti akan seperti guru-guru sebelumnya”, batin kepala sekolah.
          “begini Luhan. Kamu akan magang sebagai guru Matematika di kelas yang muri-muridnya sulit untuk diatur. Anda juga mungkin magang sebagai wali kelas mereka karena kelas itu tidak ada wali kelas sekarang. Tapi saya ragu karena anda berkali-kali ditolak magang di sekolah-sekolah luar sana, itu membuat saya ragu jika anda mampu”, jawab kepala sekolah dengan serius.
          “saya ditolak bukan karena saya tidak mampu, pak. Saya akan berusaha jadi tolong beri saya kesempatan dulu”, mohon Luhan.
          “baiklah, anda diterima magang di sekolah ini. Semoga berhasil”, balas kepala sekolah sambil tersenyum kecut.
          Luhan tersenyum bahagia, bukan tersenyum karena gigi-gigi tongosnya yang terlihat. Kepala sekolah tersenyum geli melihatnya, wajahnya tampak jelek dan konyol. Setelahnya luhan keluar ruangan dengan percaya diri.
          Luhan berhenti tepat di depan pintu kelas XA yang tertutup.
          “wow.. aku gugup sekali hari ini” batin luhan.
          “kudengar guru matematika kita campuran luar negeri dan  dia juga guru yang jenius. Dia lulusan terbaik di universitasnya dan umurnya pun masih mauda. Kata seorang siswa yang sedang lewat di depan Luhan.
          “kalau mereka melihatku yang seperti ini yang seperti ini, bagaimana sikap mereka terhadapku” guman Luhan.
          Cklek...
          Tiba-tiba suasana kelas menjadi hening saat Luhan memasuki kelas membuat Luhan merinding seperti di kuburan saja.
          “Assalamualaikum, anak-anak” sapa Luhan dengan tenang. Tidak ada sahutan sampai akhirnya seoorang siswa laki-laki tertawa terbahak-bahak dengan keras.
          “BWAHAHAHA!!! ASTAGA!!! INI GURU BARU KITA??? BWAHAHAHA!!!”, tawanya sangat keras sehingga siswa lainnya pun ikut terkikik lalu ikut tertawa seperti siswa lali-laki itu yang bernama Dyo.
          “woy.. siapa yang mengatakan kalau guru ini campuran jawa-tiongkok hah?” tanya siswa yang duduk di belakang Dyo yang bernama Julian.
          “lihat giginya, apa dia tidak takut kalau giginya rontok karna kekeringan. Hahaha”, sambung Dyo.
          Semua siswa yang ada di sana mentertawakan Luhan dengan sadisnya. Banyak sekali umpatan ataupun ejekan yang dikatakan mereka yang sebenarnya tidak pantas diucapkan oleh seorang murid SMA. Luhan benar-benar sakit hati, karena di mana saja ia dijadikan bahan lelucon.
          “Yo.. orang sepertimu tidak pantas menjadi guru. Mana bisa murid yang kau ajarkan menjadi pintar. Melihat wajahmu saja seperti apel busuk”, tambah Dyo.
          Luhan menggelengkan kepalanya. Benar kata kepala sekolah mengajar mereka memang suli sekali. Kelas yang sulit diatur.
          “perkenalkan...”
          Tiba-tiba semua murid diam saat Luhan bersuara. Luhan pikir mereka bisa menganggapnya sebagai guru.
          “nama saya Luhan”
          “BWAHAHAHAHA”
          Luhan melihat murid-murid bingung. “apa yang lucu, pikirnya”, batin Luhan.
          “hey, kau dengar namanya? Namanya Luhan. Hahaha. Nama itu terlalu bagus untuk wajahnya. Astaga OMG Hellow” ucap Jihan.
          “Buka buku kalian. Saya akan menjelaskan Bab baru” perintahnya, tapi tidak di tanggapi oleh murid-murid.
          “Kita mulai pelajaranya....” Luhan tidak melanjutkan kalimatnya, karena banyak siswa tertawa hebooh. Karena Dyo dan Jihan termasuk murid yang rajin dan baik hati yang menghargai Luhan sebagai giuru jadi mereka mengeluarkan buku asal dan mendengarkan perkataan Luhan. Akhirnya dengan berat hati Luhan melanjutkan pelajarannya.
          “kita mulai dengan membahas.....”
          Cklek...
          Luhan tak melanjutkan perkataanya lagi, karna seorang siswa perempuan yang tinggi dan putih dengan seragam yang tidak rapi dan terkesan acak-acakan penampilannya memasuki kelas. Perempuan itu berjalan santai menuju bangkunya sambil melemparkan tasnya di sebelah bangku Jihan.
          “Kamu terlambat” Kata Luhan.
          “kau siapa?” tanya siswa itu pada Luhan.
          “saya Luhan. Guru Matematika baru dikelas ini.
          “WHAAATT???”
          Luhan terkejut mendengar teriakan membahana perempuan itu. Luhan melirik name tag yang ada dibaju permpuan itu.
          “Ita Arke”, guman Luhan
          “kau guru barunya?” ucapnya tak percaya, Ita. Luhan mengangguk.
          “Mampus aku. Sampai kapan aku haru mengusir guru seperti ini. Aku benar-benar lelah” kesal Ita yang membuat Luhan bingung.
          “keluarkan buku Matematikamu.” Perintah Luhan.
          “kau kira aku akan mendengarkan celotehanmu yang tak ada manfaatnya dan membuang-buang waktu saja”, cibir Ita.
          Luhan berbalik dan menulis deretan rumus MTK dipapan. Ita melihat Luhan malas.
          “jelek sekali orang ini, membuatku tambah malas saja dengan pelajaran MTK” kata Dyo.
          “Ita, kau harus cepat-cepat mengusir guru ini. Kau kan terbukti paling mampu mengusir guru-guru menyebalkan seperti dulu kan” Ucap Jihan.
          “OMG Hellow... jelas saja. Kau tidak lupa kan kalau aku adalah anak pemilik sekolah ini. Menyingkirkan orang seperti ini sangat mudah bagiku. Karna dia magang kita kerjain saja sampai waktu magangnya habis seperti guru-guru sebelumnya, sipp kan.
          “OKE.. kami mengandalkanmu teman” bangga Dyo dan Jihan.
          “guru ini dikerjai dengan cara apa ya?” batin Ita dan tanpa sadar melihat Luhan yang serius menjelaskan materi. Dan akhirnya penjelasan yang didengarnya  membuatnya memiringkan kepalanya lalu tiba-tiba mengeluarkan buku MTK-nya. Membuat Dyo dan Jihan Shock melihatnya. Ita pun serius mencorat-coret buku tulisnya.
          Luhan mennyelesaikan penjelasanya. Ia yakin bahkan tidak akan yang mendengarkan penjelasanya. Kelas ini sungguh seperti pasar yang ramai sekali.
          “apa ada yang ingin ditanyakan?” tanya luhan
          “apa ada yang ingin ditanyakan?” ulang luhan dengan suara yang cetar membahana.
          Tiba-tiba Ita yang duduk dibangku belakang berdiri  sambil berllari kearahnya. Membuat Luhan terkejut sekali.
          “aku mengerjakan soal ini, apakah jawabanku benar?” tanyanya. Tiba-tiba suasana kelas menjadi hening seperti kuburan. Luhan heran suara Ita yang pelan itu membuat seluruh murid terdiam.
          Dyo dan Jihan cengo melihatnya. Bahkan bukan hanya mereka tetapi seisi kelas melongo dengan tampang bodoh. Luhan berdehem dan mengambil buku Ita. Luhan terkejut melihat tulisan-tulisan itu lalu menganggukan kepalanya pada Ita.
          “jawabanmu sempurna” ujarnya
          “WHATTTT”, teriak Ita membuat seisi kelas kaget tingkat akut.
          “woyy, ada apa denganya?” bisik Dyo pada Jihan.
          “entahlah, mungkin dia sedikit tidak waras. Ita mengerjakan soal MTK? Dunia seperti terbalik. Itulah yang dipikirkan Jihan. Karena semua penghuni sekolah tahu kalau Ita itu sangat lemah dengan pelajaran MTK.
          Tiba-tiba Ita menepuk-nepuk pipinya dengan keras dan mencubit-cubit tangannya dengan kencang. BUK...BUK...BUKK
          “AAAAAAA.....AKHIRNYA AKU BISA YEAY...” kata Ita denga sangat lebay.
          “Pak guru ayo, lanjutkan pelajaranya”, ucapnya.
          Reflek seluruh penghuni kelas shock. Karena perkataan Ita barusan. Apakah Ita sakit jiwa sampai-sampa ia tidak bisa berpikir jernih batin kebanyakan murid di kelas.
          “bicara apa dia barusan” bingung Jihan.
          “Dia memang sudah gila” pikir Dyo.
          “semua harus menghormati guru baru kita ini. Mulai sekarang kita harus memperhatikan Pak Luhan saat menjelaskan pelajaran. Aku tak mau keramaian kalian membuat konsentrasiku buyar. Jadi siapa saja yang melanggar akan ku usir dari sekolah ini” ancam Ita pada teman-temanya.
          “APAAAAHHH?”
          “ada apa dengan Ita” bukankah dia yang selalu menjadi pemimpin kita saat ingin mengusir guru-guru culun? Kenapa jadi seperti ini?”  kata Jihan dengan raut wajah bingug.
          “sudahlah turuti saja, kalau kau mau selamat” kata seorang siswa yang bernama Riski.
          “Ita, kau kenapa?” tanya Dyo takut.
          “aku baik-baik saja, dia akan menjadi guru tetap disini” jawab Ita sambil menulis rumu-rumus yang ada dipapan.
          “OMG?” pekik Dyo dan Jihan. Ita menoleh  lalu menatap tajam mereka.
          “Hyaaaa.. diam dan dengarkan guru itu mengajar. Ancamanku tadi juga berlaku pada kalian” Dyo dan Jihan langsung mengambil buku dan segera menulis rumus-rumus yang ada dipapann dengan tangar gemetar.
          Ita menguap dengar lebar setelah bel istirahat. Pelajaran Sejarah memang selalu membuatnya mengantuk. Setelah pelajaran MTK memang langsung pelajaran sejarah, dan Ita berfikir kenapa tadi tida membolos saja.
          SKIP
          Setelah berjalan beberapa bulan. Luhan merasa nyman mengajar di sana, karna ia bisa menakukan murid-murid itu. Meski sebenarnya itu juga berkat muridnya Ita yang aslinya adalah anak kepala sekolah. Ia bahagia karna bisa menikmati hidupnya tanpa ada murid yang mengejek, mengupat ataupun menertawakanya. Mungkin ini adalah balasan atas usahanya yang telah berlalu itu.
GUMAWO
by : ita arke kristanti

Komentar

Popular posts

Hellow... I am back again after one years :)

                                                                                                                                                                    Jumat, 03 Maret 2023                                                           Setelah tahun hampir 2 tahun lalu aku lulus kuliah tepatnya tanggal 21 satu oktober 2021, lupakan ...

I Finally Graduated from College

     Hallo.. apa kabar semuanya.. akhirnya aku balik lagi menulis setelah hampir 5 tahun sejak 2016 lalu, saat itu aku baru naik ke kelas 12 SMA dan akhirnya hari ini aku balik setelah lulus kuliah huuuu.. ngg nyangka banget bisa sampe tahap ini kalau di pikir pikir dulu setelah lulus SMA banyak hal yang udah aku rencanain jauh jauh hari. akhirnya tidak ada rencana yang kubuat kulakuin wkwk, aku hanya bisa mengikuti kehidupan seperti air mengalir dari titik tinggi menuju ke rendah.        Dulu kupikir aku lebih ingin bekerja setelah lulus SMA tetapi karna orang tua ku sangat mengedepankan pendidikan ananya, jadi beliau ingin aku bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan aku tidak memilih universitas mana yang ingin aku masuki karena saat itu aku tidak terlalu excited untuk masuk ke bangku kuliah. aku mendapatkan undangan dari sebuah universitas swasta yang ada di yogyakarta dan akhirnya aku masuk di kampus itu. Pemilihan jurusan juga s...

Sutca / 숫자 (Angka) Dalam Bahasa Korea

Sutca / 숫자 (Angka) Di Korea mengenal 2 sistem penulisan angka (bilangan), yaitu sino Korea (diambil dari sistem angka China), dan Korea asli. A. Bilangan Korea Asli dan Penggunaannya 1 하나 (hana) 2 둘 (dul) 3 셋 (set) 4 넷 (net) 5 다섯 (daseot) 6 여섯 (yeoseot) 7 일곱 (ilgop) 8 여덟 (yeodeol) 9 아홉 (ahop) 10 열 (yeol) 11 열하나 (yeol hana) 12 열둘 (yeol dul) 13 열셋 (yeol set) 14 열넷 (yeol net) 15 열다섯 (yeol daseot) 16 열여섯 (yeol yeoseot) 17 열일곱 (yeol ilgop) 18 열여덟 (yeol yeodeol) 19 열아홉 (yeol ahop) 20 스물 (seumul) 21 스물하나 (seumul hana) 25 스물다섯 (seumul daseot) 30 서른 (seoreun) 32 서른둘 (seoreun dul) 40 마흔 (maheun) 43 마흔셋 (maheun set) 46 마흔여섯 (maheun yeoseot) 50 쉰 (swin) 54 쉰넷 (swin net) 60 예순 (yesun) 65 예순다섯 (yesun daseot) 69 예순아홉 (yesun ahop) 70 일흔 (ireun) 76 일흔여섯 (ireun yeoseot) 80 여든 (yeodeun) 84 여든넷 (yeodeun net) 87 여든일곱 (yeodeun ilgop) 90 아흔 (aheun) 98 아흔여덟 (aheun yeodeol) 99 아흔아홉 (aheun ahop) Catatan: Bilangan korea asli hanya sampai angka 99, jika lebih dari 99 menggunakan bilangan sino ko...