Fanfiction | Pengalaman Pertama | Sri Lestari
Bila saja tugas ini
sudah selesai mungkin saja aku dan keempat temanku akan lega dan segera membuat
tugas makalah yang memang masih seputar jamur, yang akan menguras banyak kami, tapi bagaimana lagi itulah kewajiban kami. Tapi
setidaknya tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga. Dengan niat berharap mendapat
nilai yang bagus dari tugas yang amat menyita waktu, aku dan empat temanku dalam
satu kelompok yaitu Sici, Hany, Sinta dan Imam kelompok, kami harus rela
berhari-hari mencari log. Jamur dengan
semangat yang semkain kendur setiap harinya, karena kami tak tau harus cari
jamur kemana.
Aku coba banyangkan,
tersenyum bahagia dengan memegang satu log jamur yang memang menjadi tujuanku
beberpa hari ini. Terus kubanyangkan hingga tak sadar ada senyum kecil
dipipiku. Aku berfikir ini adalah tugas yang berat. Tapi mungkin bagi temanku
yang lain ini dalah hal biasa. Lalu mengapa bagiku berat bagiku...? ya mungkin
karena kau tak tau alamat pencari jamur atau ungkin kareana teman-teman
kelompokku. Tapi itu salah, bukan karen itu yang menyebabkan tugas ini sulit
bagiku tapi karena..... ya, aku harus
cari jamur dengan teman-teman tanpa orangtuaku, aku harus mandiri dengan
mencari log jamur itu sendiri dengan temanku, hal yang berat bagiku jika pergi
tanpa orangtua, oooh sangat sulit. Ya mungkin hanya aku Sri lestari ningsih
gadis kuper dri desa yang berfikir begitu. Aku adalah siswi kelas XA
di SMA N 1 Widodaren. Alamatku adalah Sriwedari, Karanganyar, atau orang lebih
tahu dengan sebutan brang lor.
Kadang aku berfikir
kenapa aku tidak bisa seperti temanku yang lain yang terbiasa mandiri, dengan
kemana-mana sendiri tanpa orang tua. Tapi tidak bagiku, kali ini aku harus ikut
mau tidak mau karena ini kerja kelompok jadi dituntut kekompakakan, dulu saat aku
SMP, walau tugas kelompok aku tetap diantar kemana-mana sama kakak atau
bapakku, dan saat mencari tugas pun begitu. Lalu bagaimana kini. Bingung-bingung
tinggal bingung.....
Tugas ini sudah
berlalu seminngu, tugas itu diberikan tanggal 5 january 2105 oleh guru mapel
ku. Tapi hingga kini tanggal 7 januari belum ada langkah dari kami untuk pergi
mencari jamur, karena kesibukan kami masing-masing apalagi aku harus bimbingan
pulangnya pukul 16.00 sore, aduh capek.
Dan tepat pada
tanggal 8 januari 2015, pukul 10.30 aku dan teman-teman menuju tempat tujuan
pertama kami mencari jamur yaitu di Sragen, Jawa Tengah. Dan perjalanan itu
kami lakukan dua kali yaitu pada tanggal 8 dan 11 januari tapi tetap nihil, gak
dapat hasil apa-apa. Aduh aku sudah bingung dan tak tau harus cari kemana lagi.
Kenapa tugas ini begitu berat. Tapi aku
tak akan menyerah begitu saja, akan aku coba merangkai semangat lagi demi terus
mencari log jamur. Dan aku beruntung mempunyai teman kelompok yang baik-baik,
ya Sici yang perhatian, mau memboncengku, Imam yang selalu baik dan sopan, ada
lagi Hany yang selalu kocak disetiap perjalanan kami saat di Sragen, dan satu lagi
Sinta yang selalu baik, seperti tidak punya lelah, mandiri, konyol, bahkan dia
tak pernah mengeluh. Aku seharusnya bisa meniru sifat yang baik seperti itu,
semoga saja.
Lalu, dengan
semangat baru, pada tanggal 12 januari, di kelasku kami berunding lagi harus
cari jamur kemana, Ngrambe atau entahlah. Saat itu waktu istirahat pertama
suasana kelas yang ramai, kami coba mencari ide baru tentang tempat mencari jamur.
“gimana nih, aku bingun
harus kemana lagi.” Ungkap ku
“ ya, nih cari kemana, kamu punya ide Ci, Mam, Han, atau kamu deh ri
kemana kita nih ?” lanjut sinta dengan penasaran.
“ eemmm entahlah” Imam
melanjutkan dengan nada pasrah.
“ Gimana kalu kita ke Ngrambe” usul Hany
“ ha... Ngarmbe, ya ampun jauh banget” Jelas Sici dengan kagetya.
“ Ya lalu keman lagi, kalau disini udah pasti ada”. jelas Hany.
“ Ya, benar memang sih jauh tapi kan pasti dapat”. lengap Sinta.
“ Tapi sekarang masalahnya lamatnya itu dimana?”. tanya sici.
“ Gimana kalau kita tanya kelompok lain aja yang sudah kesana,
gimana?” ungkap ku.
“nanti deh akau tanya, tapi
nanti istirahat kedua kita rundingan lagi. Ok” perjelas imam.
“ Ok”. kami berempat serentak menjawab.
Tak lama bel masuk
pun berbunyi, mulailah pelajaran berikutnya. Tapi kali ini hatiku pun
deg-degan. Ke Srgaen aku sudah biasa dengan orang tuaku setidaknya aku pernah
kesana, tapi untuk yang ini aku tak
pernah kesana. Aduh dua jam pelajaran kau sama sekali tak konsentrasi. Yang terbayang
adalah hal yang buruk-buruk, ya itulah aku selalu negatif tinkhing walau sudah
coba ku buang pikiran seperti itu.
Istirahat kedua pun
datang dan alamat petani jamur pun sudah ditangan
“ Aku sudah dapet, nih alamtnya”. ungkap Imam dengan semangat
“ Wah bagus kita kesana aja yah”. Sinta, dengan bahagianya
“Ya aku pun setuju kini yang trepenting tujuan kita cepat tercapai.”
Hany pun ikut menjawab
‘ Ya kau pun”. sici dengan tenganya.
“ Alhamdulilah, lalu kamu sri ?’’ tanya Sinta.
“ Eemmm ......” aku pun masih bingung
“ ikutlah ya demi kelompok nanti aku yang memboncengi, ya?”. ungkap
Hany .
“ya, please. Pokoknya kelompok kita harus kompak dan semangat, ok”
jelas Sici menyakinkanku.
“ ya, deh aku ikut yang terpenting tigas ini bisa cepat selesai dan
tidak mmebebenai kita lagi, terimakasih atas tawaranya” aku pun menjawab dengan
sedikit taku-takut.
“ Santai” Hany, dengan
senyum dipipinya.
“ Kalu gitu deal nih, kapan lalu?” jelas imam dengan bahagia..
“ Gimana kalau nanti, bisa nggak” ungkap sinta.
“ Bisa, aku nggak ada acara kok” jelas Sici.
“Eemmm....bisa ok kalu gitu” Hany dengn masi berfikir
“Kalau kami sri?’’ tanya Imam
“Ha, nanti. Aku.....ya bisa deh , nggak apa-apa aku gak ada acara
ekstrakurikuler” ungkap ku
“ ya udah nati pulang sekolah ya” ku perjelas lagi.
“ok mbak Sri” yang lain pun serempak menjawab.
Dan sesuai rundingan
awal tanggal 12 januri kami mulai perjalanan ke Ngrambe mencari log jamur. Kami
berangkat dari sekolah pukul 13.15 WIB. pastinya dengan menghubungi orangtuaku
dahulu agar mereka tidak khawatir. Wah,
pikiranku sudah kacau entah apa yang terlintas dalam pikiranku. Banyangan tak dapat
log pun mampir dalam pikiranku rasa khawatir pun seakan tak mau pergi dalam
hatiku. Tapi aku selalu memohon agar Allah SWT, selalu melindungi kami selama
perjalanan. Perjalanan yang jauh pun ternyata tak terasa, kami sudah dekat
dengan tujuan. Selama perjalanan kami
tak puasnya melihat pemandangan yang luar biasa indah. Saat kami sudah dekat
pemandangan pun semakin memanjakan mata dengan jalan menanjak dan berkelok
terhampar didepan mata. Selang beberapa
lama akhirnya kami sampai, dan satu hal lagi yang membuat kami bahagia karena
kami berhasil bertemu petani jamur untuk memebeli loga dan melakukan wawancara disana,
dan satu keberuntungan kami yaitu petani jamur yang kami kunjungi sangat baik
bahkan ia sangat sabar saat kami wawancarai. Wow.... saat itu perasaan ku tak
terkira senagnya, tapi ya aku memang jarang keluar rumah, wajah pucat pasih pun
tak bisa bersembunyi dari rasa bahagia ku.
“ Kamu, kenapa sri...?’’ tanya Sici denagn nada khawatir
“lapar ya, nanti kita jajan duluh ya” ungkap Sinta
“ nggak, aku nggak apa-apa”. jelasku dengan senyum kecil.
“ Kamu sakit ya” Hany
perjelas.
“Ya udah deh kita pulang yuk lagi pula sudah jam 15.30 dan urusan
kita pun sudah selesai kan” ungkap Imam.
“ Ya, aku setuju aku takut pulang kesoreaan nanti orang tuaku khawatir,
bahkan sekarang perasaan ku gak enak, aku takut mereka khawatir” jelasku dengan semangat
‘’ ya, ayo” serempak yang lain menjawab.
Dan saat selesai berpamitan kami pun
pulang dengan hati yang lega dan bahagia setidaknya kami sudah tidak ada tanggungan.
Akhirnya pukul 15.40 WIB kami pulang
tapi saat sampai di perempatan ngarmbe aku melihat “GK’’ Ya angkutan umum yang
selam ini aku naiki, jurusannya
Ngrambe-Sragen. Aku putuskan untuk turun dan naik “gk” karena memang jurusan
kami yang berbeda.tapi...,
“ jangan deh Sri aku antar sampai ruamh ya” tawar, Sici.
“ kita kan pergi bersama, pulang juga sama-sama” jelas Hany.
‘ iya” timpal Sinta..
“ benar sri, jangan ya” Imam melanjutkan.
“ makasih banget ya, tapi aku nggak mau merepotkan kalian, untuk
kali ini saja aku pulang naik GK saj, selain itu hari sudah sore kalian
cepat-cepatlah pulang nanti kesorean” ungkapku dengan santai
“ sri..., ya udah deh tapi janji hati-hati loh” Sici, dengan
perhatiannya.
“ pasti, dah” ungakp ku.
“ dahh...” serentak mereka menjawab.
Dan aku melanjutkan perjalanan pulang dengan naik bis, selama perjalanan hatiku lega dan bahagia dan saat sudah sampai
di Kedungmiri aku berniat menelpon bapakku untuk menjemputku disini, karena
memang aku masih harus menyebrangi begawan dengan naik getek. Tapi tak ku
sangka saat turun dai bis bapak sudah menjemput disebrang jalan.
“ asaalamualaikum, pak kok sudah dijemput”.
“ ibu mu tadi nelpon nggak kamu angkat, gimana lognya”.
“oh ya aku nggak dengar, dan lognya lancar aku sama teman-teman
akhirnya dapat log yang selama ini kami cari”.
“ ya udah ayo pulang’’.
......................
‘’ akhirnya sampai rumah’’. ungkap ku denagnbahagia.
‘ ya ampun ditelpon kok nggak dianggat, sudah makan belum, dapat
lognay nggak, tai mbonceng apa, pulangnya naik apa?”. ibu dengan khawatirnya
“ ya, ampun khawatir bangaet sih aku kan sudah kabari tadi”. ungkap ku.
Tanpa tunggu lama
sesampainya dirumah aku ceritakan semua pengalamanku yang luar biasa kali ini.
Dimana aku sangat bahagia, ya itulah orang tuaku sangat khawatir dengan ku,
tapiku tau atri kasih syang disini.
Kini aku tahu bahwa saat kita mulai beranjak remaja, atau mungkin
bisa dikatakan sudah remaja, kita harus bisa mandiri dan selalu bersemangat. Buang
rasa negatif thinkhing, untuk bisa pergi tanpa orang tua. Ingatlah dengan
pengalaman kita pasti akan jadi individu yang lebih baik dan mendapatkan jati
diri yang sesungguhnya...! suatu hal yang tak terlupakan selau ingat kita harus
selau memohon kepada Allah swt untuk melindungi setiap rencana kitaa. OK...
By : Sri Lestariningsih


Komentar