Fanfiction | Pengalaman Tak Terlupakan | Jihan Ika
Kejadian ini di mulai sewaktu aku masih duduk di bangku kelas 5 SD. Pagi
itu hari minggu, Stelah mencuci baju dan mandi aku membranikan diri untuk
belajar naik sepeda motor. Karena aku merasa minder kepada semua teman-temanku
yang sudah bisa. Jadi,akan ku coba. Allhamdulilah orang tuaku dapat
membelikanku sepeda motor meskipun tak sebagus Milik temanku bersyukur sajalah.
Ku awali belajarku dari goglek
motor. Dengan sedikit deg-degan dan takut, Aku mulai menjalankan sepeda motor
ini. ” Klik” bunyi gigikan yang telahku tekan dengan kaki kiriku setelahku
nyalakan mesinya. Pelan-pelan “dug udug-udug” suara sepeda motor yang berjalan
dengan lancar dan sangat pelan. “hei aku bisa!” ucapku dengan lirih. Dengan
sedikit sombong dan bergaya aku menambahkan kecepatanya menjadi 20 km/jam.
Sambil melirik ke rumah teman-temanku, Kali aja ada temanku.
Takku sangka akhirnya telah sekian lama aku di
ejek oleh mereka akhirnya aku bisa. Karena aku sedang bergaya di atas sepeda
motor,aku jadi tidak fokus ke jalan. Aku tak tau kalau sebentar lagi akan ada jalan
belok.jadi,sepontan aku langsung kaget dan membelokkan sepeda motorku secara
tiba-tiba. “brukk…aduh!”masya allah,aku terjerumus kedalam
selokan.”ngoeng….”suara sepeda motor yang terputar olehku dengan keras. “aduh,
gimana tho ini?”ucapku seraya berusaha membangunkan diri dari sepeda motor.
Tapi sia-sia usahaku kakiku ternyata
terjepit gigikan. Allhamdulilah untung ada bapak – bapak lewat. Aku dibantunya
aku oleh bapak itu. Setelah aku bias bangun “makasih ya pak .”ucapku seraya
membersihkan celanaku yang kotor penuh dengan tanah. “iya sama-sama, hati-hati
ya kalau masih belajar jangan kencang-kencang.” Saran bapak itu.
“iya…iya…”jawabku dengan memencet startnya. Sepeda motorpun menyala “mari pak…”sapaku.”ya..”jawabnya.
Aku mulai melanjutkan belajarku
dengan sedikit masih deg-degan, ngewel,oh my good!campur aduk tak karuan.
Setelah sampai di jalan dekat rumah mbak Irma, kulihat teman-temanku tengah
bermain asyik disana. Waktunya bergaya penuh, pikirku. Kutekan tombol
klaksonnya “tinnn…” dengan pelan kuhentikan sepeda motorku.”hey, lihat itu
jihan ,lihat dia, hebat,” ucap salah satu teman dekatku yaitu sulis.”iya,
ciye-ciye,”sahut rika. “halah biasa aja!Cuma baru bias naik sepeda motor aja dibanggain.”sahut
ayu.
Dia orangnya memang cerewet,galak.dia adalah
teman yang paling menyebalkan yang pernah aku kenal. “sudah,sudah tidak usah
memujiku ataupun menejekku terlalu. Apa kalian baru tau aku ini memang sudah
hebat dari dulu!jadi, sudah ya kalian tidak usah membicarakan aku oke…” kataku
dengan sombong.”oke baiklah, jihan aku akan ikut denganmu, tunggu ya akan
kuambil sepedaku.” Sahut sulis. “iya jihan akun juga, tunggu ya .”
“oke..”jawabku dengan sedikit senyum-senyum.
Lima menit kemudian, “ayo…” teriak
sulis dan rika dari arah pertigaan jalan. “hm…” siap-siap. Kunyalakan kembali
sepeda motorku. “ geg..geg…”suara sepeda motor yang macet.” Ahahahha…,begitu
saja sombong kena balasannyakan.”ledek ayu.salah satu teman yang tidak aku sukai
dari dulu. Aku juga tidak dekat dengannya, jika bicara biasa saja bisa jadi
berantem.”lihat saja dulu!” jawabku sebal. “ngueng.” Nyala juga, perlahan
kujalankan.” Wek…wek…kasihan deh lo..” ledekku.
Kira-kira sudah tiga rumah aku lewati,
“geg..geg.” astagfirullahaladzim sepeda motor macet lagi! “hahahaha, kasihan
banget sih …” ledek ayu dari kejauhan. Sulis dan rika pun menyusulku. “kenapa
han?”tanyanya. “ee…tidak papa, mungkin aku kurang cepat menjalankannya.”
Jawabku. “oh…”jawab mereka. Ku coba berkali-kali tidak bisa,ya ampun jangan-
jangan aku kehabisan bensin, kataku dalam hati.”bagaimana?” Tanya sulis
sepertinya dia tidak sabar. “emm..tidak papa hanya ada problem sedikit.”\
jawabku malu. “ ya sudah, sebentar ya aku harus pulang dulu.akan kita lanjutkan
nanti sore ya …” lanjutku. “ oke” jawab rika.
Terpaksa aku harus menuntun begitu jauh jarak dari rumah. Keringat
mengguyur seluruh tubuhku. “ya ampun,nyesel aku belajar sepeda motor!” keluhku.
Sesampai di depan rumah,”kenapa?” Tanya bulekku sambil senyum-senyum.”ini aku
kehabisan bensin bulek.”jawabku dengan mengeluh.”oh…” jawabnya datar.”ya ampun
Cuma begitu, di bikinnin es kek, apa kek!” gerutuku pelan-pelan.karena
kecapekan jadi aku tidur-tiduran aja di kursi. Aku malah ketiduran.
By : Jihan
Ika Purnamasari


Komentar