Fanfiction | Neomu Paboya
"Neomu Paboya"
Neomu Paboya!!!
Pagi ini itha bangun kesiangan, karena tadi malam ia
tiba-tiba tidak bisa tidur. Setelah keluar dari kamar mandi, ita segera
menyambar seragam dan langsung memakai dengan cepat, setelah itu ia menuju ke
ruang makan karena ingin protes kepada emaknya karena tidak membangunkannya
pagi ini.
“Emak.. emak....”, panggil itha namun saat ia sampai ke
ruang dapur emaknya yang dicari itu tidak ada.
“ithhh... emak kemana thih, kok tidak ada thekarang ita
makan dengan apa?”, ita membuka kulkas lalu membuka meja makan dan semuanya
kosong blong.
“Huwaaaaa tidak ada makanan apapun, emak gak ada, emak
hilang. Ohh malangnya nathib ku tuhan” itha hanya mangut-mangut dan memilih
minum segelas air putih.
“thetidakya air putih
di lumah masih ada dan bitha diminum, hehehe” ita bermonolog ria.
Setelah itu ita langsung menyambar tasnya yang berada di
kamar lalu pergi ke sekolah berjalan kaki.
“hyuuh ita haruth berhati-hati hari ini. Thekalang emak
bitha hilang kapan thaja, dan aku thuja haruth belajal memathak agar kalo emak
hilang aku bitha mathak thendiri.. yehet” gerutu ita sambil berlari ke
sekolahnya.
# gerbang sekolah
“heh bocah kecil kau terlambat 5 menit, kau harus
dihukum” ucap petugas OSIS yang berjaga di depan gerbang saat melihat itha
datang dengan wajah yang ngos-ngosan.
“eoh? Di hukum? Tapi kakak ita terlambat kalna tidak
dibangunin emak, emak hilang di lumah. makanya ita datang terlambat, jadi ita
jangang di hukum yaa kak.. maafin ithaa, kan cuma telat 5 menit” ,ucapnya
“dasar bocah gila, emang
aku pikirin emak mu hilang. Sekarang kamu lari dari tiang itu lalu putari 50
kali, cepaat” perintah petugas OSIS itu. Itha terbengong dengan wajah bodohnya
itu,
“Kenapa themua anggota OTITH gak ada yang baik sama ita
ya?” gerutu ita. Akhirnya ia melakukan perintah itu juga. Sedangkan anggota
OSIS yang bernama Lilin itu hanya tertawa melihat tingkah ita.
Setelah melaksanakan hukuman dari Lilin, Ita diijinkan
masuk karna kegiatan OSPEK sudah berlangsung dari tadi jadi sekarang sudah
selesai. Ita bersorak dalam hati karna ita tidak bertemu kak Lilin yang
menurutnya jahat itu.
Ita memasuki ruang kelasnya yang ternyata sudah ada guru.
ita pun gugup masuk kelas karna ia takut di marahi oleh guru itu. Apalagi ini
adalah hari pertama kegiatan OSPEK berlangsung.
“ hmm.. maaf bu ita terlambat” bungkuk ita dengan hormat.
“kenapa kamu terlambat... hmm Ita Arke” tanya guru wanita
itu sambil membaca nama yang ada pada bajunnya.
“ita
terlambat bangun hari ini gara-gara emak tidak membangunkan ita, emak hilang di
rumah dan tadi juga ita di hukum sama kak Lilin anggota OTHIT yang galak itu”
jelas ita sampe muncrat.
“bwahaha”
tidak hanya guru yang tertawa tapi seisi kelas pun kini sedang tertawa membuat
itha malu, apanya yang lucu?
“baiklah..baiklah
itha silahkan kamu duduk dibangku belakang yang kosong itu”, perintah sang guru
“apanya
yang lucu ?” Ita kini mempoutkan bibirnya dan memberi tatapan mematikan pada
teman-temannya yang masih tertawa.
“ceritamu
lucu sekali ita, memang ibumu hilang tanpa bilang-bilang yaa” tanya Riski dan
Ita menoleh dengan wajah bodohnya.
“ithh..
yang namanya hilang tidak akan bilang-bilang Riski bodoh, kalo emak hilangnya
bilang thama ita pathti tidak akan ita cari-cari. Makanan pun tidak ada, hanya
ada air putih yang terthitha” jawab ita dengan nada yang kesal.
“mungkin
emak mu tadi pagi pergi dan tidak sempat memasak”, balas Riski dengan santai.
“benarkah?
Hmmm mungkin thaja benar” kini Riski melongo mendengar ucapan Itha yang semakin
hari semakin bodoh.
Sekarang
Itha dan Riski sudah berada di kantin sekolah. Hari ini pertama kalinya ita
masuk ke kantin. Kalau tidak diajak Riski mungkin ita tidak akan tahu kantin
sekolahnya seperti apa.
“kantin
sekolah kita lumayan besar juga ternyata” guman ita melihat seisi kantin.
“kalau
begitu aku pesan makan dulu ya, kamu mau pesan apa?” tanya Riski.
“hmm..
aku mau pesan makanan yang gaul thaja ris, ita pengen kayak anak muda jaman
thekalang yang makanannya gaul”, ucap itha sambil nyengir.
“apa
ya? Bakso? Mie ayam? atau Mie bakso? Tanya Riski dengan muka yang serius.
“itu
themua makanan orang desa? Itha mau Cilok thaja deh Riski”, Riski langsung
menggeleng-gelengkan kepalanya dan berlalu pergi.
“hey
cadel kenapa tadi tidak mengikuti OSPEK?” tiba-tiba seorang anggota OSIS yang
bernama Jihan menggebrak meja yang ada di depan Itha.
“ishhh
cadel kenapa kau menutup wajahmu?” tanya Jihan dengan kesal
“kak
Jihan jahat, Ihta kan pernah bilang kalo kak Jihan itu theperti thetan kalo
lagi marah” jawab ita dengan polos.
“apa
kamu bilang? Dasar bocah cadel, kamu memang selamat dari hukuman ku tapi lihat
saja besok” Jihan memberikan Ita tatapan mautnya.
“huwaaaa...
wajah kakak themakin theram theperti Upin-Ipin, makanya kakak jangan thering
marah wajah kakak therem nanti jomblo lho gak ada yang mau bwahahah, kayaak ita
dong cantik banyak yang thuka karna gak pernah marah thetiap hari”, ucap ita
dengan PD-nya.
“OKKEE
CADEL STOP..!!! mana mungkin wajah cantikmu tidak sama dengan otak dodol mu?”
saat ini Jihan sangat kesal dengan itha.
“kakak
ini bagaimana sih, dodol itu kan makanan garut itu bukan otak itha, mungkin
thaja itu otak kakak bwahaaha” ucap itha dengan santai.
Gubraaaakkk!!
Jihan pun capek berbicara dengan bocah ini. Bagaimana mungkin orang secantik
ini mempunyai otak yang sangat tidak signifikan dengan wajahnya. Apakah ada
orang seperti cadel itu batin Jihan.
“terserah
mu lah, takdirmu mungkin memang menjadi anak yang idiot”. Jihan pun
meninggalkan Itha yang melongo.
Bel
pulang sekolah pun berdering semua murid sudah berhamburan keluar sama halnya
dengan Itha dan Riski. Ita sangat bersyukur tadi diajak ke kantin oleh Riski
jadi makanannya dibayar semua oleh Riski karna ia tidak di buatkan bekal oleh
emaknya. Yang katanya hilang di pagi buta.
“Riski
makathih yaa tadi udah bayarin Itha lagi” ucap ita dalam perjalanan pulang.
“tidak
masalah Itha aku mengerti kok” jawab Riski dengan cemberut karna ini bukan
pertama kalinya ia membayar semua makanan yang dibeli Itha dan tidak pernah
dikembalikan uangnya, makanya dia sabar.
Sesampainya
di depan rumah ia berjalan dengan cepat, karena ingin mencari keberadaan
emaknya yang mungkin sudah tertelan bumi. Itha pun mengintip di lubang kunci
yang ada pada pintu. Dan ternyata tidak ada siapa-siapa.
“rumah
ku thepi thekali, emak mathih hilang atau tidak yaa?” bantin itha.
Sesampainya
di kamar ia pun mengelilingi rumah untuk mencari keberadaan emaknya, akhirnya
ia melihat wanita paruh baya yang sedang duduk di ruang tamu.
“emakkk
.... kemana thaja kok baru datang, tadi emak hilang kemana, kok itha tidak di
mathakan makanan thih?” tanya itha seperti mengintrograsi.
“Itha
emak tadi pagi itu ke pasar, kau juga sudah dibangukan tidak bangun-bangun,
emak juga kesiangan jadi pergi ke pasarnya juga kesiangan. Emak tadi membuat
pesan untukmu dan emak tempel di kulkas, kamu tidak membacanya?” jelas emak
itha, dan itha hanya memasang wajah cengo.
“WHAAATT...
itha tadi tidak tahu kalo ada pesan dari emak, jadi Itha yang bodoh dong,
ngatain emak hilang.. wah pantath thaja tadi di ketawain teman-teman thekelath”
Itha berceloteh ria.
“Itha
diam cepat ganti pakaian dan makan makanan yang ada di meja” ucap emaknya.
“SIAPPPP EMAAKK”, jawab ita bersemangat.
By : Ita Arke Kristanti

Komentar