You're Good Twins | Ita Arke

You're Good Twins

Indahnya suasana pagi hari ini. Udara berhembus dengan sejuk disetiap langkah kakiku. Ini adalah hari yang kunanti-nanti dari beberapa tahun lalu. Hari ini aku akan masuk ke sekolah baruku.
Aku bisa melihat dengan jelas, mereka menatapku dengan tatapan tak percaya. Kulirik sekelilingku. Para siswa-siswi berbicara dan samar-samar bisa kudengar apa yang mereka bicarakan....
“Hebaaaaaaattt, lihat dia!!! Mereka benar-benar sama persis, sayang cara berpakaiannya tidak seperti Arka yang terlihat lebih rapi” kata seorang siswa perempuan yang lewat di depanku.
Aku tertawa dalam hati. Tentu saja aku dan dia sama persis. Tak ada perbedaan yang mencolok antara aku dan Arka, Prima Arka Julianto adalah saudara kembarku yang saat ini berada di Jakarta. Arka memang lebih pintar daripada aku, maka dari itu dia mendapat beasiswa untuk melakukan pertukaran pelajar antara Indonesia-China. Namaku Yukaris Arke Luhan, dan hari ini aku resmi bersekolah disini, tempat dimana kakak kembarku, Arka bersekolah. Kami adalah kembar identik tak ada yang berbeda pada wajah kami, selain sifat dan otak kami. Arka adalah anak yang pendiam, pintar, dan dia memiliki banyak sekali bakat pada dirinya. Dia pintar memainkan alat music seperti gitar dan bass, pintar di segala bidang pelajaran akademik. Dia selalu saja menjadi peringkat satu sejak dulu kami SD, selain itu dia anak yang sopan dan anak kebanggaan orangtuaku.
Dan aku? Aku hanyalah anak yang nakal, yang tidak memiliku bakat selain berkelahi dan bermain gitar, nilai pelajaranku selalu jelek dan orangtuaku selalu menganggapku bodoh ckkk, menyedihkan bukan!!!
Itu sangat benar aku adalah anak yang sangat menyedihkan bahkan orangtuaku sejak dulu telah memiliki rencana untuk menyekolahkanku di Pondok, kenapa? Karena mereka pusing akan tingkahku yang sejak dulu seperti berandalan. Maka dari itu mereka menyekolahkanku disana agar sifat jelekku ini berubah. Tapi setelah beberapa bulan aku sekolah disana aku tidak betah karena ustad-ustad disana selalu memerintah seenaknya. Setiap jam 03.00 kami dibangunkan untuk sholat tahajud, setelah itu tadarus menunggu sholat subuh lalu kami bersekolah layaknya sekolah biasa. Sepulangnya kami kembali ke asrama kami selalu disibukan dengan kegiatan asrama. Aku sungguh bosan akan semua itu, apalagi aku tidak bisa keluar hanya sekedar bermain-main. Disana aku seperti mayat hidup tidak punya gairah hidup karena makanan disana setiap hari sama saja.
Akhirnya setelah Ibu mengabariku lewat telephone kalau Kak Arka mendapat kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar. Ibu mensetujuiku untuk pindah sekolah, dan lihat sekarang ini aku berjalan di koridor SMA N 1 Widodaren tempat kak Arka sekolah.
#FLASHBACK.
Arka menendang bola kearah Arke yang sedang berada di posisi siap menangkap bola. Mereka bermain bola di lapangan dekat rumah mereka. Terlihat saudara kembar itu sedang menikmati permainanya.
“WHOAAAAAAHHHH GOAAAALLL” teriak Arka dengan senangnya. Ia berputar-putar menirukan gaya Wayne Rooney, pemain Manchester United, klub sepak bola favoritnya. Arka menjatuhkan tubuhnya ke rerumputan hijau. Arke menambil bola lalu duduk disebelah kembaranya itu.
“kapan kita bisa seperti ini lagi kak?”
“Entahlah bro...” Arka menghembuskan nafas dan memandang lurus ke langit yang cerah. Ia tersenyum dan memandangi Arke yang nampak kesal. Sepertinya ia tidak terima bahwa Arka kakak tersayangnya akan pergi jauh.
“Kenapa harus ke Jakarta?” tanya Arke galau.
“Kenapa? Apa kau cemburu tidak bisa pergi ke jakarta?”
“sama sekali tidak kak, tapi....”
“ahh iyaaa aku tahu kau kan masih kangen dan  ingin bermain dengan kakak apalagi kau kan baru pulang ke rumah setelah memutuskan urusan kepindahanmu itu”
“Arghhh kau ini” Arke ingin menjitak kepala Arka tapi sayang kakaknya itu segera berguling menjauhi Arke.
“Kau yakin bisa bersekolah disana, sedangkan kau sendirian disana?”
“Pilihanku sudah mantap”
Di kamar Arka sedang packing. Ia melipat baju-bajunya dengan rapi. Ia juga membawa jersey Mancheser United kesayanganya yang tak pernah ia tinggalkan. Ia juga bercita-cita ingin menjadi seorang pemain bola.
“Yesssss selesai juga” Arka mendesah pelan. Tak sengaja ia melihat fotonya bersama Arke yang menggunakan pakaian sama. Rambut mereka memiliki warna yang berbeda. Arka berwarna Coklat dan Arke berwarna Orange. itu adalah perintah ibunya agar mereka mudah dibedakan selain karena poni mereka yang berbeda tempat. Jika Arka poninya melengkung kearah kanan maka arke sebaliknya kearah kiri dan tinggi mereka yang berbeda Arka lebih pendek dibandingkan Arke.
“Arka apa kau suda selesai beres-beres?” tanya Ibu.
“Sudah bu,”
“Ahh ibu menangis lagi?”
“hanya sedikit” kata ibu sambil menggeleng.
“belajar yang tekun ya, ini adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan”
“ahh iya Bu,” Arka memeluk ibunya yang terlihat ingin menangis lagi.
“jangan menangis lagi Bu, kan ada Arke yang akan menjaga Ibu dan Ayah”
“Arke sering menghiraukan Ibu, tidak sepertimu yang selalu patuh pada ibu. Makanya ibu takut kesepian,” ujar ibu sambil tersenyum.
Setelah itu ibu pergi keluar kamar Arka dan Arka segera mencuci tangan dan segera peri ke tempat tidur agar besok ia tidak bangun kesiangan dihari berangkatnya ke Jakarta.
“Woooyyy... Haaann ayo cepat bangun, katanya ingin mengantar kakak ke bandara?” ucap Arka sambil mengguncang-guncangkan tubuh Arke yang tidak bergerak sama sekali.
Karena tida mendapat reaksi apa-apa dari Arke, akhirnya Arke pergi keluar kamar dan kembali sambil membawa seember air dari kamar mandi. Mungkin ini adalah cara yng tepat untuk membangunka seorang Kerbau yang tertidur.
“Hyaaaaa... Luhaaan ayo cepat bangun” kata arka sambil berulang-ulang menoyor-noyor kepala adiknya itu. Ia lebih suka memanggilnya Luhan karena namanya tidak sama deganya, meskipun Arke juga berbeda, tapi ia menganggap sama meskipun berbeda satu huruf.
 “ apa ingin kakak siram dengan air kamar mandi hah.. jika kau tidak bangun kakak akan siram pakek air saaatu.... duuuua... Tiiii~” ucapan Arka berhenti karena Arka tiba-tiba bangun dari tidurnya dan segera berlari ke kamar mandi.
“Hyaaa.. kakak jahat ingin menyiramku dengan air... Ibuuuu.... kakak jahat” adunya ke Ibu sambil berlari.
“Ckkkk.. Sungguh manja sekali adik kecilku ini.. keci-kecil sudah berani mengadu yaaa”
“Biariiiiiin.. Weeek.... Weeekk..”
Keluarga bahagia itu berangkat ke bandara untuk mengantar keberankatan anak kesayangan mereka, Arka ke Jakarta. Terlihat mereka tersenyum bahagia, terkecuali Arke yang masih tidak rela akan keberangkatan Arka yang mendadak ini.
#FLASHBACKK OFF
Kuingat hari terakhirku bersama kakak. Aku sebenarnya sangat iri padanya mengapa selalu dia yang mendapat keberuntungan. Orangtuaku bahkan membeda-bedakanya denganku. Aku selalu saja diceramahi ayahku dan kata-katanya selalu sama “kamu tuh harusnya mencontoh kakakmu, dia itu masih kecil saja sudah rajin, kalau kamu begini terus mau jadi apa kamu besarnya” dia... diaa.. dan selalu diaaa yang selalu diatasku. Meskipun begitu aku tidak pernah membenci kakaku.
Aku berkeliling mencari dimana letak kelasku. Lama kucari-cari akhirnya kuliat kelas di ujung utara di depan tempat parkiran yang tertulis di atasnya KELAS XA. Setelah ketemu akupun masuk ke kelas, ku lihat sudah ada gurunya dan semua murid di kelas itu memandangiku dengan tatapan mengintimidasi.
“Heyyy, anak baru apakah kamu kembaranya Arka itu?” tanya seorang siswa yang duduk di bangku belakang.
“mengapa wajah mereka sama persis tidak ada bedanya?” tambahnya.
“apa kau adiknya yang pindah dari pondok?” tanyanya bertubi-tubi sudah tahu aku kembaranya otomatis wajah kami sama persis.
“tenang anak-anak.. silahkan perkenalkan namamu?” perintah bu Guru.
“Assalamualaikum.wr.wb.. semua perkenalkan nama saya Yukaris Arke Luhan, saya adalah kembaranya kak Arka seperti yang kalian tahu. Saya pindah dari pondok” ucapku.
“meskipun wajah mereka sama, tapi penampilanya sungguh beda sekali dengan Arka yang selalu rapi, sopan, dan ramah. Bahkan wajahnya saja datar seperti tembok” bisik seorang siswa yang masih bisa kudengar”
“kamu Arke duduk di bangku Arka yang dulu, di bangku kosong itu di samping jendela” perintah Guru itu.
Setelah  pulang sekolah aku pun berniat untuk mengunjungi teman-teman gangsterku dulu. Ku langkahkan kaki-kakiku menuju trotoar tempat kami dulu nongkrong. Ternyata mereka masih nongkrong di tempat dulu.
“Woyy... guys I Back...”
“Whoooaa.. Arke kau beneran kembali. Bagaimana kabarmu bray?”
“Kapan kau pulang?”
“Ku dengar kakakmu dapat kesempatan untuk pertukaran pelajar?”
“Setelah beberapa hari aku keluar dari pondok, aku benar-benar merasa sehat, bebas dari stess. Woooy aku kangen kalian bray..” ujarku sambil memeluk mereka. Aku sungguh kangen dengan masa-masa ini, meskipun aku tidak bertemu mereka baru beberapa bulan lalu.
#One Years Later
Darah menetesi seragam putih Arke, laki-laki itu terenyak di pinggiran gang yang gelap, nafas yang tak beraturan, tanganya masih memegang kayu tumpul yang berlumuran dengan darah, laki-laki dengan wajah lumayan tampan, usianya baru menginjak 15 tahun, dengan rambut pirang kecoklatan dan wajah jawanya.
Arke menatap lawannya yang tengah terkapar tak berdaya. Tujuh orang yang sudah ia lawan sendirian, Arke berusaha bangun dengan keadaan kaki yang terpincang-pincang. Handphone yang bergetar di kantong celananya ia segera mengeluarkanya dan melihat layar hp yang retak jadi ia tidak tahu siapa yang menelpon, ia pun mengantonginya lagi.
Bunyi derap langkah kaki membuatnya langsung siap siaga, ia menatap lurus ke depan dan derap kaki itu makin mendekat. Lima orang datang menatap Arke dengan kagum. Pertolongan teman-temannya selalu saja datang terlambat setelah ia menghajar lawanya.
“Braaay, lu lawan mereka sendirian lagi, sorry kita selalu datang terlamat” ujar Ravi, Arke tak menghiraukan temanya dan berjalan melewati temanya.
“Braaaay mau kemana? Nanti kalau lu pulang berdarah-darah gitu bapak lu pasti marah” panggil Novan, Arke berbalik dan menatap teman-temanya dengan wajah datarnya.
“Lain waktu lu semua bisa gak datang lebih cepat!! Jangan dandan dulu. Kalau lu pada lebih cepat pasti gua gak akan babak belur begini” ucap Arke yang terdengan menakutkan, yang lain langsung mengangguk hormat pada pemimpin mereka.
“Gua pulang dulu” ucap Arke lalu berbalik dan berjalan menjauh.
Arke mendengar suara hpnya lagi”Yes I’m a bad boy, so i like bad girl illu wabwa baby urin jal doel geol~~~” suara lagu korea yang terdengar dari hpnya, ia memang menyukai beberapa band korea yang terkenal dengan keahlian bermain musicnya, seperti FT-ISLAND. Ia lalu mengangkat hpnya.
“Woooy, Luhaaaan” suara kembaranya menyahut.
“aku pulang” balas Arke.
“Aku kira kau ingkar janji” tambahnya”
“Aku mana pernah ingkar janji”
“Hahahaha okidokey my lovely brother”
“Bisa gak pakek lovely brother boleh gak?” tawar Arke dengan nyengir.
“Gak bisa say, udah paket lengkap, jangan pakek nawar, nggak bisa kurang lagi bang” balas kakaknya.
“Kak, cocok kalau jadi tukang sayuran di pasar. Aku baru jalan, 15 menit lagi sampe rumah” Arke berdiri menunggu bis lewat.
“aku tunggu say” Arka langsung mematikan sambungan telephonenya.
“hahaha, say? Geli aku punya saudara kembar kayak gitu” Batin Arke sambil berjalan.
Sesampainya di depan rumah. Arke langsung memanjat gerbang dan melompat masuk ke kamarnya lalu mengetuk pintunya, Arka membuka pintu dan tertawa melihat wajah adik kesayanganya yang sudah tidak berbentuk. Arke masuk kamar dan mengacuhkan wajah Arka yang memasang ekspresi lebay.
“Kau tawuran lagi? Sama anak mana?” tanya Arka sambil mengambil posisi tidur di tempat tidur..
“aku yang di tawur?” balas Arka kesal, Arka langsung bangun dan mengambil obat betadine di meja dan menyuruh Arke mengobati lukanya.
“kau bisa nggak berhenti berkelahi? Itu sama sekali tidak ada gunannya, Ibu sama Bapak pasti tidak suka. Jangan berteman sama preman-preman itu” nasihat Arka pada adiknya.
“tidaaaaaak bisa, mereka sudah jadi bagian hidupku” jawab Arke lalu merebahkan tubuhnya ke atas kasur empuknya. Arke menatap saudara kembarnya sedih, mereka memang terlahir kembar tapi sifat mereka sangat bereda, Arke yang cenderung keras kepala, pendiam, dingin dan pemberontak, semakin dia dilarang maka semakin tinggi keinginanya untuk melakukanya, dan kakanya Arka yang ceria, murah senyum, ramah dan sopan. Anak kebanggaan orang tuannya, dan ayahnya selalu bilang “Contoh Arka!!!” kata-kata ayahnya yang selalu membuatnya kadang-kadang membenci saudara kembarnya itu.
Ayahnya selalu membenci apa yang ia lakukan sedangkan terhadap Arka selalu berbanding terbalik, selalu memujinya seperti seorang raja. Dia hanya bisa tersenyum pahit saat ayahnya mengatakan “kamu tidak akan bisa seperti Arka yang mempunyai sifat sempurna” dan saat ayahnya terkena demam tinggi dia yang menggendong ayahnya karena Arka dan Ibunya pergi kerumah neneknya, paginya saat ayahnya sudah sadar. Ayahnya berkata “Terimakasih nak, kamu memang yang terbaik” Ayah mengira yang menggendongnya itu Arka padahal Arke, saat Arka ingin mengatakan bahwa yang melakukanya adalah Arke, tapi Arke selalu menggelengkan kepalanya. Biarkan saja Arka yang menjadi anak kesayangan ayahnya. Arka sudah bahagia dengan keluarga mereka yang lengkap.
Pagi hari yang cerah, sinar yang silau membuatnya bangun dari tidur cantiknya. Dia pun segera bangun dan turun ke bawah untuk sarapan. Ibu menatapnya dengan tatapan kaget. Arke menatap ayah dengan wajah takut, pasti akan terjadi keributan lagi di pagi hari ini.
“Kenapa lgi sama wajahmu? Apa kamu habis berantem hah?” bentak ayah.
“Bukan urusan Ayah” balas Arke ketus sambil mengambil nasi goreng.
“ Anak berandalan, kamu bisa nggak jadi anak penurut seperti Arka. Jangan selalu menyusahkan keluarga lebi baik kamu tidak ada jadi ayah tidak perlu susah-susah mengurus kamu” ucap ayahnya dengan emosi.
“Bagus” ujar Arke dingin sambil menaruh mangkuknya lalu bergegas pergi.
“ARKEEE.. jangan pergi sebelum ayah berhenti bicara!!!, kamu adalah aib di keluarga ini” bentak ayah
“Aku setuju, terimakasih ayah telah menyadarkanku akan posisiku di keluarga ini” balas Arke lalu berbalik pergi. Ayah ingin memukulnya tapi tanganya di tahan ibunya.
“Arka bawa Arke pergi ke Dokter” perintah Ibu.
“Iya Bu” jawab Arka sambil berlalu pergi menyusul adiknya.
```````````````````````
 “aku nggak mau ke dokter”
“aku juga nggak ngajak ke dokter, luka di kepalamu kan bisa sembuh dalam sehari” kata Arka sambil tertawa.
“ya udah” balas Arke sambil menyebrangi rel kereta menuju sekolahnya.
“Hey, tau gak ada berita bagus?” tanya Arka.
“Gak tahu dan gak mau tahu” balasnya dengan acuh.
“Woooy nanti anterin aku beli bass ya, minggu besok aku dipanggil untuk audisi, ni audisi yang terakhir, nanti kalau aku udah jadi musisi terkenal pasti banyak cewek-cewek yang teriakin namaku ARKAAAAAAA” Arka berteriak histeris seperti anak kecil yang baru dibelikan permen kapas di pasar malam.
“OMG Hellowww... mana mungkin, kalau mungkin ya mereka ngejar-ngejar, narik-narik baju dan kau pulang bugil seperti orang gila gitu” komentar Arke.
“Gilaaa.. tidak kayak gitu juga kali.. mungkin kalau aku jadi artis mungkin aku akan sejajar dengan artis papan atas seperti Aliando dan Syahrini. belum jadi artis aja udah banyak yang naksir, apalagi kalau udah jadi artis” ucap Arka dengan PD akutnya
“Ingin beli bass dimana?” tanya Arke.
“Ke Walikukun aja, disana banyak toko yang jual bass bagus, nanti bisa lihat-lihat sambil mejeng hahaha”
“Jadi kita bolos sekolah nih” tanya Arke.
“Iya dong.. bisa menghilangkan penat kan kalau jalan-jalan, aku kan kakanya jadi adik harus nurut sama apa yang dibilang kakaknya” kata Arka sambil bergaya sok benar sendiri.
“Wahh.. wahh... wahh sesat banget nih, tapi ya boleh lah sekali-kali gitu” ucap Arke seperti malaikat pencabut nyawa.
“Aku udah bawa baju ganti nih” ujar Arke.
“Wow... wow... wow.. jadi kau udah niat dari rumah nih, kau kok keturalan brutal kayak aku” tanya Arke pada Arka.
“Kan adikku ini yang ngajarin kakanya buat bolos sekolah”
“Sialan, aku gak mungkin kayak gitu, sejelek-jeleknya aku, aku tidak akan mengajak orang berbuat kejelekan” ceramah Arke seperti ustad.
Adik kakak kembar itu berjalan dengan langkah yang cool dengan sekejad mata sudah menjadi pusat perhatian, Arka masuk ke toko music satu persatu hanya mencoba bass dan gitar sedangkan Arke hanya berdiri disampingnya sambil memberi komentar saja.
“Ganteng gak kalau begini” tanya Arka.
“Aku bilang jelek berarti aku ngatain wajahku juga, jadi kakak selalu ganteng” balas Arke.
“Itu baru adik pintar” Arka senang melihat banyak sekali bass yang bagus-bagus.
“Pak, bas warna biru itu harganya berapa?” tanya Arka pada pemilik toko, sedangkan  Arke hanya melihat gitar berwarna coklat yang indah, karena kemarin ia sudah mencoba memainkan gitar milik temannya, jadi ia ingin punya juga. Arke mendekat melihat harganya dan ia kaget melihat harga yang terpampang jelas Rp.750.000,. wow hanya dengan melihat harganya saja membuat Arke langsung mundur ke belakang.
 “Woooy!!!” sergap Arka dari belakang Arke.
“Udah dapat” tanya Arke, Arka hanya menggeleng.
“Kita jalan-jalan dulu saja” ajak Arka, Arka hanya berdehem lalu berjalan ke luar, Arka melihat gitar yang di lihat Arke dan melihat harganya.
Seharian jalan-jalan, ke toko buku, ke toko music, beli es krim sampai makan somay sambil nongkrong di trotoar membuat mereka lelah dan memutuskan untuk pulang ke rumah.
“Tadi kenapa tidak beli bass? Dengar-dengar minggu depan audisi? Masuk 10 besar kan, kenapa tidak jadi beli? Uangnya kurang? Aku tambahin ya, aku ada 200 ribu, mau nggak?” tanya Arke bertubi-tubi.
“tidak ada yang pas harganya, besok saja kalau ada yang benar-benar aku suka baru aku beli bassnya, tadi gitarnya benar-benar bagus” kata Arka.
“Gitar yang mana?” tanya Arke penasaran.
“Gitar yang tadi kau lihat di toko” jawab Arka singkat.
Setelah berjalan-jalan ke Walikukun dengan tujuan membeli bass yang akhirnya tidak di dapatkan. Mereka pun berniat pulang kerumah. Karena hari sudah mulai gelap.
Gubraaakkk!!!! Tas sekolah berat itu mendarat di kepala Arka dengan sangat pas. Arka kaget, Arke melihat muka Ayahnya yang menatapnya dengan tatapan yang mematikan, Arke hanya menatapnya dengan tatapan dingin sedangkan ibunya berusaha menahan ayahnya seperti biasa.
“Pergi kamu dari rumah ini!!! Sekarang kamu mulai berani mengajak arka untuk membolos ya.. dasar anak kurang ajar, sudah cukup kamu saja yang tidak berguna jangan bawa-bawa anak kebanggaan ayah” bentak ayah pada Arke sedangkan Arke hanya diam saja.
“Ayah, hari ini Arka yang salah, tadi Arka yang mengajak Arke buat membolos, Arka mengajak Arke beli bass di walikukun” ujar Arka dengan lirih.
“Terus, dimana bassnya??” Ayah menatap Arka dengan melotot.
“Tidak ada yang bagus, jadi Arka tidak jadi beli” jawab Arka sambil menunduk takut.
“Sekarang kamu berani bohong sama Ayah hah!!! Apa Arke yang ngajarin kamu buat berbohong hah!!” teriak ayah.
“CUKUUUUPP.... Aku pergi, ayah memang selalu berprasangka buruk padaku” kata Arke sambil berteriak.
“CUKUUUPPP Ayah, Arke jangan pergi nak” ucap Ibu.
“Aku sudah tidak tahan ada disini, Ayah kira aku bahagia dengan cara Ayah yang selalu membeda-beda kanku dengan kakak, Aku jadi seperti ini itu adalah kesalahan Ayah, karena Ayah ingin aku pergi. Sekarang untuk jadi anak yang penurut seperti kakak aku akan patuh akan perintah Ayah, daripada disini lebih baik aku tidur di jalanan saja”
PLAK..PLAKK...PLAKKK.. Ayah menampar wajah Arke tanpa henti.
“Ayah menyesal punya anak seperti kamu, meskipum kalian kembar itu membuat Ayah tahu jika sifat kalian berbeda sekali dan itu membuat Ayah tidak ingin mempunyai anak seperti kamu”
Arke mengambil tasnya yang berada dikamar lalu berjalan keluar rumah. Ia berfikir ini adalah jalan yang terbaik untuknya agar bisa hidup tenang tanpa ocehan Ayahnya setiap hari.
“ARKEEEEE,... Jangan pergi” teriak Ibu. Arka ingi mengejar Arke, tapi Ayah menahanya.
“ARKEEEEEEEEEEEEE..... Kembali” panggil Arka dengan menangis tanpa berhenti.
“Biarkan saja anak itu, dia pikir bisa hidup tanpa ayah.
++++++++++++++++
3 hari sudah Arke meninggalkan rumahnya dan ia juga tidak datang ke sekolah, setiap pulang sekolah Arka selalu mencari-cari Arke dan akhirnya ia menemukan Arke. Arke berada si sebuah bengkel motr dan ia membantu memperbaiki motor-motor,  Arka senang karena akhirnya ia bisa bertemu dengan saudara kembarnya itu. Arke bangun dan melihat kakaknya berdiri di depanya. Arke hanya memasang wajah datarnya entah ia senang karena bisa bertemu Arka, tapi bisa juga kaget melihat saudaranya itu.
“Hyaaaaa, kau kemana saja setiap hari ku cari-cari ternyata kau ada disini, ayo pulang Ibu selalu melihat fotomu sambil menangis” tanya Arka sambil memeluk adiknya.
“Tidaaaaaaaaaak” jawab Arke sambil berusaha melepaskan pelukan kakaknya.
“Kalau gitu, aku boleh ya nginap di tempatmu malam ini” tanya Arka.
“Mau nginap dimana, aku tidak punya rumah”
“brother tau aku kan, malas dirumah orangtua kita selalu ribut tiap hari masalah kau terus bro, bosaaaaaaaan”
“Aku tidur di jalanan loh”
“Terserah, aku ikut aja”
“Okidokey”
“ngomong-ngomong besok tanggal 12 kan, berarti 3 hari lagi tepat tanggal 15 Juni 2015 kita ulang tahun yang ke 16 dong”
“Memang, aku baru ingat malahan” 
“Aku udah siapin kado buat kau, pasti kau tidak akan memberi aku kado seperti tahun kemaren” Ucap Arka kesal lalu Arke tertawa.
“Memang benar, itulah gunanya kau sebagai kembaranku.. hahaha”
“Dasar adik kurang ajar”
“Woooyy, Brooo” seseorang berlari mendekat ke arah Arke.
“Ada apa Vi” tanya Arke kaget.
“Mereka.. merek.. me.. mereka” jawab Ravi tergagap.
“mereka kenapa??” tanya Arke kesal.
“Mereka menuju kesini buat balas dendam, aku sudah memberi tahu yang lain, cepaaak Arrr.. mereka menuju kesini”
“Mereka siapa Kee?balas dendam apa?” tanya Arka kaget.
“Kau cepat pulang kak” minta Arke pada kakanya.
“Tidak.. aku tidak mau, aku nemenin kau disini ”
“Aku bakal bai-baik saja, kakak pulang sekarang, besok kita bisa bertemu lagi” Arke mendorong Arka agar pergi.
“Bener ya, besok kau audisi harus datang”
“Iya aku janji, cepat sana pergi” bentak Arka lalu Arke berlari menjauh. Teman-temannya pun datang kearahnya.
“ada berapa orang Vi” tanya Arke.
“10 orang” balasnya
“teman-teman kita kemana?” tanya-nya lagi.
“Arkaaaa!!! 6 teman kita pasti datang, tenang saja kita pasti bisa lawan mereka” ucap ravi dengan tersenyum.
“Okay”
“Arkaaaa!!! Woy kita datang ni, gak telat kan?” tanya salah satu teman Arka.
“Iyaa, aku acungin jempol deh.. kalian gak kayak biasanya telat”
“AAAAAAAKKKKKKKKKK!!!” terdengar suara orang berteriak, Arke kaget karena ia merasa mengenali suara itu, itu adalah suara kakaknya Arka. Arke pun langsung berlari mendekat ke asal suara Arka. Dilihatnya kakanya yang sudah tergeletak tak berdaya dengan darah yang mengalir dari pisau yang ada didadanya, Arka mendapat dua tusukan yang berada diperut dan 10 preman yang mengelilinginya.
Arke menatap kakanya dengan tidak percaya, ia bahkan tidak ingin dengan apa yang apa ia lihat sekarang, Arka menatapya dengan air mata yang menetesi wajahnya.
“ARGHHHHHHHHHHHHHH!!!!!” Arke yang sudah emosi dan hilang kendalinya, ia menghajar 10 orang yang mencelakai Arka. Setelahnya ia langsung berlari menuju Arka yang masih bisa melihatnya.
“Woooyy, panggil ambulance!!!” teriak Arke pada teman-temanya.
“tapi kalau kita panggil ambulance polisi bakal datang dan kita pasti dipenjara” jawab temanya.
“BODOH MAU AKU BUNUH HAH.. INI HIDUP MATI KAKAKKU” bentak Arke dengan emosi.
“Iyaa, maaf kita panggil ambulance” ucap mereka dengan takut.
“Kakak bangun.. kakak tidak boleh pergi.. kakak jangan sejahat ini ninggalin aku.. Kak Arkaaaa....” dengan perlahan-lahan Arka mulai membuka matanya.
“Aku tidak apa-apa, ” ucap Arka dengan lirih.
“Kakak gak boleh ninggalin Arke sendiri, kakak jangan pergiiiiiiiiiii... kakak jangan kemana-mana” tangis Arke dengan tersedu-sedu.
“kakak gak akan pergi, kita satu dan tidak akan terpisahkan, walau aku sudah tidak ada tapi aku masih ada dihatimu” kata Arka sambil menyentuh dada Arke.
“kau tidak boleh menangis, kau kan laki-laki dan laki-laki itu tidak boleh menangis jangan seperti anak perempuan, jadilah seorang laki-laki pemimpin, kakak harap setelah kakak pergi kamu akan bisa berubah, jangan berkelahi dan jangan melanggar apa perintah ayah, jadilah anak yang penurut” nasihat Arka pada Arke.
“kalau kakak tidak bisa datang, kau harus bisa menggantikan kakak buat datang, itu demi kakak” kata Arka sambil mengambil kertas dan memberikanya pada Arke.
            “Woooy.. ambulancenya mana?” tanya Arke pada teman-temanya tapi teman-temannya sudah pergi meninggalkanya.
            “Berengsek.. mereka semua”
            “Arke dengerin kakak” pinta Arka dengan nafas yang tidak teratur.
            “Arke adik yang kakak sayang, kau adalah saudara terbaik yang aku punya, apapun yang sudah dibilang ayah itu semua tidak benar. Kau bisa jadi orang yang lebih dari kakak kalau kau mau, kau bisa menggantikan kakak untuk menjaga ayah dan ibu, kau bisa hidup tanpa aku yang selalu ada dan tidak ada yang namanya berantem dan balas dendam lagi mulai sekarang, ingat pesan kakak” ucap Arka sambil menangis.
            “Kakak ngomong apa, itu semua tidak akan terjadi” umpat Arke langsung menggendong Arka menuju rumasakit, darah yang mengalir membasahi semua baju Arke.
            “Makasih adikku” kata-kata terakhir yang keluar dari bibir Arka setelahnya matanya tertutup. Sesampainya di rumasakit Arke terus saja memanggil Arka.
            “Arkaaaaaaa!!!!!! Arka bangun.. bangun kak jangan ninggalin aku” perawat pun melarang Arke untuk masuk ke dalam ruangan. Arke terus saja menangis histeris sambil memanggil nama Arka berharap ia akan bangun lagi. Setelah beberapa menit akhirnya Arke pingsan kesedihanya melampaui apapun yang sangat mendalam, gelap dan pengap seperti tidak ada lagi yang bisa ia raih untuk beriri.
SKIP
Arke terbangun dari tidurnya, cahaya matahari yang tertutup mendung seakan ikut menangisi kepergian Arka. Arke yang melihat Ayah dan Ibunya duduk di sofa, langsung bangun dari tidurnya.
“Jangan bangun dulu nak, kamu masih butuh istirahat” pinta Ayah, Arke pn langsung tersadar tentang kejadian semalam.
“Ibu.. Ayah.. dimana kak Arka?” tanya Arke dengan menangis.
“Ibu jawab, dimana kakak?”
“kita sudah melakukan pemakamannya tadi pagi” ucap Ayah sambil membendung air matanya yang akan keluar. Setelah tahu Arka pun langsung berdiri dan berlari. Arke menembus rinti-rintik hujan yang membasahi bumi.
“Sayang berhenti!!!” panggil Ibu. Tapi Arke mengabaikanya dan langsung mengambil motor dan melaju ke tempat pemakamanya Arka. Ayahnya pun mengikuti Arke.
Arke sangat tidak percaya akan hal ini, ia sungguh akan di dunia ini sendiri tanpa seorang kakak yang selama ini sudah bersamanya, mereka dulu kemana-mana selalu bersama, pergi membeli es krim, cilok bahkan tidur pun tak terpisah. Tapi setelah sampai di pemakamanya Arka ia melihat makam yang basih basah dan batu nisan yang tertulis nama Arka disitu, bahkan sekarang ia tidak bisa melihat wajah kakaknya lagi.
“Kamu pingsan kemarin di rumasakit” kata Ayah.
“Ayah keluarkan kakak dari situ, kakak sudah janji tidak akan meniggalkan aku. Kakak bohong kenapa kakak sekarang ada disitu.. kakak jangan pergi aku mohon Ayah keluarkan kakak dari situ kasihan kakak” ucap Arke.
“ARKE CUKUP!!! KAMU KIRA AYAH TIDAK SEDIH HAH!! Cukup nak sekarang ayo pulang.. Arka sudah meninggal sekarang terima ya nak.
“Tidaaaak, Ayah tidak boleh berbicara seperti itu, pokoknya kakak nanti bakal bersama kita lagi” isak tangis Arke sambil merauk tanah. Setelahnya Ayah memukul Arke dengan kayu sampai pingsan.
SKIP
Arke tersadar perlahan dengan mata yang membuka lalu menatap sekitarnya, ia berada di kamarnya. Arke bangun dan mengambil posisi duduk, ia melihat jersey manchester united milik Arka yang masih tergantung. Arke kembali menangis tiba-tiba ia melihat sesuatu di samping tempat tidurnya lalu membukanya. Ternyata isi bungkusan itu adalah gitar coklat yang ia inginkan. Ia melihat selembar note yang ada di dalamnya dan membacanya.
Happy Birthday untuk Arke dan Arka pastinya hahaha... aku yakin kalau kau tidak bawa kado buat aku, tapi inilah gunanya aku ada disini, jaga gitar ini baik-baik ya soalnya harganya mahal sekali. Aku mau lihat seorang Arke cowok terganteng di sekolahan bisa memainkan ini dengan baik dan fantastic, meskipun kau selalu dimarahin sama orangtua kita tapi aku yakin kau bisa membuat orangtua kita bangga akan adanya kau disini dan aku selalu bangga punya saudara kau Arke, semoga di pertambahan umur kita yang ke 16 ini, kita bisa sama-sama membahagiakan Ibu dan Ayah, pesan aku untuk ulangtahun kita tahun depan, kau bisa berubah menjadi anak yang penurut jangan suka membantah perintah Ayah. Kakak sayang Arke. J
Arke meremas note dari Arka dengan isak tangis, air mata tak henti-hentinya keluar dari kelopak matanya. Air mata menetesi gitar penberian Arka.
“Kau jahat Arka, kenapa ninggalin aku sendiri dihari ulang tahun kita” Arke pun melihat kalender, ia melihat tanggal yang dibulati Arka yang ditulis “AUDISI TERAKHIR” Arke langsung bangun dan ia mengambil nomor audisi yang ada di dalam kantongnya.
Arke mengambil gitarnya dan berlari keluar menuju tempat audisi, Arke menaiki bus dan turun di sebuah tempat audisi. Arke melangkah dengan yakin dan berkata dalam hati “UNTUK ARKA AKU PASTI BISA” setelahnya ia masuk gedung dan mempertunjukan penampilanya.

BY : ITA ARKE KRISTANTI / KAI KKAMJONG ALBINO.





Komentar

Anonim mengatakan…
Wow... Keren.. Kapan kapan post lagi tapi yang lucu. Gumawo
Anonim mengatakan…
Daebak
Anonim mengatakan…
Daebak
BrightWin Lovers :) mengatakan…
terimakasih atas komennya :D

Popular posts

Hellow... I am back again after one years :)

                                                                                                                                                                    Jumat, 03 Maret 2023                                                           Setelah tahun hampir 2 tahun lalu aku lulus kuliah tepatnya tanggal 21 satu oktober 2021, lupakan ...

I Finally Graduated from College

     Hallo.. apa kabar semuanya.. akhirnya aku balik lagi menulis setelah hampir 5 tahun sejak 2016 lalu, saat itu aku baru naik ke kelas 12 SMA dan akhirnya hari ini aku balik setelah lulus kuliah huuuu.. ngg nyangka banget bisa sampe tahap ini kalau di pikir pikir dulu setelah lulus SMA banyak hal yang udah aku rencanain jauh jauh hari. akhirnya tidak ada rencana yang kubuat kulakuin wkwk, aku hanya bisa mengikuti kehidupan seperti air mengalir dari titik tinggi menuju ke rendah.        Dulu kupikir aku lebih ingin bekerja setelah lulus SMA tetapi karna orang tua ku sangat mengedepankan pendidikan ananya, jadi beliau ingin aku bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan aku tidak memilih universitas mana yang ingin aku masuki karena saat itu aku tidak terlalu excited untuk masuk ke bangku kuliah. aku mendapatkan undangan dari sebuah universitas swasta yang ada di yogyakarta dan akhirnya aku masuk di kampus itu. Pemilihan jurusan juga s...

Sutca / 숫자 (Angka) Dalam Bahasa Korea

Sutca / 숫자 (Angka) Di Korea mengenal 2 sistem penulisan angka (bilangan), yaitu sino Korea (diambil dari sistem angka China), dan Korea asli. A. Bilangan Korea Asli dan Penggunaannya 1 하나 (hana) 2 둘 (dul) 3 셋 (set) 4 넷 (net) 5 다섯 (daseot) 6 여섯 (yeoseot) 7 일곱 (ilgop) 8 여덟 (yeodeol) 9 아홉 (ahop) 10 열 (yeol) 11 열하나 (yeol hana) 12 열둘 (yeol dul) 13 열셋 (yeol set) 14 열넷 (yeol net) 15 열다섯 (yeol daseot) 16 열여섯 (yeol yeoseot) 17 열일곱 (yeol ilgop) 18 열여덟 (yeol yeodeol) 19 열아홉 (yeol ahop) 20 스물 (seumul) 21 스물하나 (seumul hana) 25 스물다섯 (seumul daseot) 30 서른 (seoreun) 32 서른둘 (seoreun dul) 40 마흔 (maheun) 43 마흔셋 (maheun set) 46 마흔여섯 (maheun yeoseot) 50 쉰 (swin) 54 쉰넷 (swin net) 60 예순 (yesun) 65 예순다섯 (yesun daseot) 69 예순아홉 (yesun ahop) 70 일흔 (ireun) 76 일흔여섯 (ireun yeoseot) 80 여든 (yeodeun) 84 여든넷 (yeodeun net) 87 여든일곱 (yeodeun ilgop) 90 아흔 (aheun) 98 아흔여덟 (aheun yeodeol) 99 아흔아홉 (aheun ahop) Catatan: Bilangan korea asli hanya sampai angka 99, jika lebih dari 99 menggunakan bilangan sino ko...