Cerpen "Luhan dan Hana" By : Arke
hanyalah tugas cerpen smp oleh guru : Titik Mulyani
“Luhan Dan Hanna”
Karya : Ita Arke Kristanti
Luhan dan Hanna adalah saudara tiri
. Hanna lebih muda beberapa tahun dari Luhan, walaupun begitu Luhan sangat
menyayangi Hanna seperti adik kandungnya sendiri .
Hari ini
hari pertama Luhan masuk ke sekolah barunya. Luhan pun bergegas naik sepeda
setelah berpamitan kepada orang tuanya. Ia berpesan agar Hanni
Suara gaduh dari kelas 3 di SMA XOXO
terus bergema. Pagi itu seperti biasanya semuanya sibuk dengan hal masing
masing. Hingga akhirnya Bel masuk pun berbunyi. Kegaduhan dari kelas mulai
berkurang. Suasana semakin hening saat pak guru Sooman masuk ke kelas. Dari
belakang pak Sooman ada seorang anak laki laki.
“Dia sepertinya anak baru..” Bisik D.O kepada Kai teman sebangkunya.
“Ya, mungkin saja” Jawab Kai.
“Selamat Pagi anak-anak, hari ini kalian mendapatkan teman baru. Dia datang
dari Seoul” Jelas pak Sooman, “Kau.. Perkenalkan dirimu..”
Anak baru tadi kemudian tersenyum, dan mulai membungkukkan badannya sebagai
tanda penghormatan. Lalu dia memulai memperkenalkan diri..
“Annyeong.. Namaku Luhan.. Aku dari Seoul, mohon bimbingan teman-teman semua..”
“Seoul?” Chen keheranan.
“Kenapa anak kota pindah disekolah terpencil didesa sini..???” Xiumin, Ikut
keheranan.
“Aneh..” Kris menambahkan.
“Luhan, dibelakang sana ada tempat duduk kosong, silahkan duduk” Pak Sooman
mempersilahkan duduk.
Luhan kemudian duduk, disampingnya ada Sehun. Mereka kemudian melakukan
perkenalan singkat.
“Annyeong, Thehun imnida~”
“Annyeong, Luhan imnida ^^”
Pelajaran berlangsung seperti biasa, sampai jam istirahat tiba. Mereka yang
biasanya langsung melahap bekal masing masing kemudian berkumpul. Membicarakan
anak baru tadi.
“Kau lihat dia makan bekalnya..” Tao angkat bicara.
“Iya, makan bekalnya mewah. Tapi kenapa banyak sayuran yang dibentuk seperti
bunga-bunga aissh~” Chanyeol Mengkritik.
“Jangan jangan dia banci, lihat saja. Sweater warna pink. Hadeeh~” Berikutnya
Kritik dari Baekhyun.
“Iya, Baekhyun benar! Bisa jadi dia.. kekeke” Chanyeol dan yang lainnya
tertawa.
“Heh! Kalian sedang apa? Kenapa bergosip, seperti anak perempuan saja! Sebentar
lagi jam istirahat selesai, kalian tidak makan, hah!?” Kata Suho si ketua
kelas.
Kemudian semuanya bubar. Jam istirahat telah selesai, pelajaran kembali
dilanjutkan. Hingga akhirnya Bel pulang berbunyi. Anak anak berhamburan keluar
kelas.
“Lihat!” Lay menepuk pundak Tao. “Itu anak baru tadikan?”
“Hm?” Tao mencari arah yang Lay maksud. “Oh iya! Itu Luhan, wah anak kota.
Dijemput dengan mobil. ckckck”
“Ah sudah lah, biarkan saja anak banci itu” Chanyeol tiba tiba datang, “Jangan
lupa sore ini ya!”
***
Sore tiba… Semua anak tadi bermain Bola Sepak dilapangan. Semua tertawa lepas,
permainan tampak seru dan menyenangkan. Sejenak permainan mereka berhenti.
Sebuah Layang-Layang jatuh ke tengah lapangan. Semua tampak keheranan.
“Ini punya Thiapa?” Sehun memungut layangan itu.
Lalu dari kejauhan terdengar suara orang berlari, semua melihat ke arah orang
itu.
“Dia?” Suho merasa kurang yakin.
“Maaf, itu layangan ku” Luhan berlari dan tampak kelelahan tapi tetap
tersenyum.
“Layangan Pink ini?” Baekhyun bertanya.
“Iya? Boleh aku mengambilnya kembali” Luhan memintanya dengan sopan.
Sehun menyerahkan layangan itu. “Ini ambilah, Luhan”
“Gomawo~” Luhan sedikit membungkuk, berterimakasih, kemudian pergi meninggalkan
yang lainnya.
Semua menunjukan wajah keheranan. Kecuali Kris yang sibuk dengan Bola dan
terkesan sibuk sendiri.
“Kenapa tidak kita ajak main Bola saja tadi?” Kata chanyeol.
“Sudahlah lupakan saja, ayo kita lanjutkan saja mainnya.” Ajak Baekhyun.
“Haaa, Layangan Pink. Aku meragukan dia laki-laki ” Ejek Chanyeol.
“Belisiik~” Sehun menendang kaki Chanyeol, seolah tidak terima.
“Heh! Cadel! Apa yang kau lakukan! Ini Sakit!” Chanyeol marah, kemudian
mendorong Sehun.
BRUK..!!!! Bola mengenai kepala Chanyeol.
“Yakk!! Apa-apaan ini Kris!?” Chanyeol semakin marah, saat dia tahu Kris yang
menendang Bola tadi ke arahnya.
“Sudahlah, ayo main lagi” Ajak Suho.
Mereka kembali mulai bermain. Suho yang memang ketua kelas dikelas mereka pun
semua takut pada Suho. Semua akan segera patuh saat Suho memberikan perintah.
***
Keesokan Harinya…
Suasana kelas kembali gempar sama seperti saat pertama Luhan masuk kelas. Kali
ini saat pelajaran Bimbingan Konseling, dimana guru memberikan tugas agar
mereka maju satu persatu kedepan kelas, dan menceritakan tentang keluarga
masing-masing. Saat giliran Luhan untuk maju dan menceritakan tentang
keluarganya. Dia hanya berdiri terdiam, tangannya mengepal kuat, dan kepalanya
menunduk. Lalu tiba tiba dia menangis. Sambil terbata-bata dia mulai bercerita…
Seisi kelas menjadi diam hening…
Luhan menceritakan tentang adiknya, Hanna. Hanna adalah satu satunya saudara
yang Luhan miliki, walupun bukan saudara kandungnya. Ia sangat menyayangi adik
tiri perempuannya itu. Hanna adalah anak yang lincah, ia sangat pintar dan
selalu meraih juara kelas. Harusnya yang sekarang duduk di kelas 5 SD terpaksa
harus berhenti sekolah. Karena menderita Kanker, dokter angkat tangan dengan
penyakitnya, bisa dikatakan Hanna sudah tidak bisa sembuh lagi.
Luhan sekeluarga pindah ke desa agar Hanni bisa menghirup udara segar. Hanni
sangat menyukai warna Pink. Bahkan Sweater Pink yang dipakai Luhan adalah buatan
tangannya. Hanna juga sangat senang melihat Layang-layang terbang dilangit
biru. Setiap sore Luhan mendorong kursi roda Hanna, dan menerbangkan
Layang-Layang bewarna Pink untuknya.
Dengan sedih Luhan melajutkan ceritanya, “Setiap malamnya
aku selalu berdoa, Agar Hanni bisa sembuh. Aku sangat menyayangi Hanni. Tetapi
jika dia harus pergi, aku akan merelakanya .. Tak apa.. Oppa akan menerbangkan
Layang-layang pink kesukaan mu untuk kau lihat dari sana..” Luhan
mengakhiri ceritanya.
Suasana kelas menjadi haru. Semua anak perempuan terlihat menangis, sedangkan
anak laki-laki seperti menahan air mata. Cerita Luhan tadi, kemudian di sambut
dengan Bel pulang. Semua anak berhamburan pulang.
***
Sore harinya…
Luhan kembali bermain layang-layang bersama adiknya, Hanna.
“Oppa! Bagus sekali!” Teriak Hanni sambil bertepuk tangan.
“Kau suka? Hehe” Luhan mengelus kepala adiknya, itu.
Tapi tiba-tiba… Layangan Luhan putus..
“Yak! Layangannya Putus!! Hanni tunggu sebentar ya! Oppa akan mengejar
layang-layang itu dulu.” Saat Luhan akan lari, tiba tiba Hanna menarik baju
Luhan hingga ia ikut terseret dan jatuh dari kursi rodanya. “Hanna……!!!?”
Hanna tampak kesakitan. “Oppa, jangan berlari lagi. Hanna tidak suka melihat
Oppa kelelalahan Cuma untuk mengejar layang-layang Itu buat Hanna.”
Luhan hanya terdiam kemudian memeluk adiknya itu.
“Luhaaan!” Terdengar teriakan dari arah belakang.
Hanna dan Luhan melihat ke arah asal suara tersebut. Ternyata yang berteriak
tadi adalah Sehun. Sehun datang bersama teman-teman lainnya. Semua membawa
layang-layang bewarna pink.
“Kami ingin bermain layang-layang bersama” Chanyeol menunjukan layang-layang
pinknya. “Aku menggambarkan serigala, biar tidak terlalu terlihat girly.
Kekeke~” Semua tertawa.
Semua menerbangkan layangan mereka bersama. Luhan dan Hanni tampak bahagia,
tidak hanya ada satu, sekarang ada sebelas layangan pink di langit biru.
“Terimakasih.. Sehun.. Chen ..D.O.. Kai.. Lay.. Tao.. Kris.. Suho.. Xiumin..
Chanyeol.. Baekhyun..” Luhan kembali meneteskan air mata haru.
“Gomawo, OPPADEUL!!” Kata Hanna … berterimakasih pada semua teman Luhan … Sehun
terlihat senang, ia bertepuk tangan. Semua tersenyum.. Bahagia..
“ The End ”
Komentar